SURABAYAPAGI.com, Jember - Berdasarkan catatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur, angka kemiskinan di wilayahnya berhasil ditekan ke level terendah dalam 10 tahun terakhir pada 2025. Capaian tersebut menempatkan Jember sebagai salah satu daerah dengan penurunan kemiskinan terbaik di Jawa Timur.
Diketahui, di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait persentase kemiskinan tercatat sebesar 8,01 persen. Angka itu juga lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi yang berada di level 9,50 persen. Adanya penurunan tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil dari strategi intervensi yang terukur dan terarah.
“Alhamdulillah, ikhtiar kita bersama membuahkan hasil nyata. Fokus kami jelas, mengurangi beban pengeluaran warga sekaligus meningkatkan pendapatan per kapita melalui 43 program lintas sektor yang menyasar hampir 2 juta masyarakat,” ujar Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, Rabu (07/04/2026).
Selain menekan angka kemiskinan, Pemkab Jember juga mencatat peningkatan kualitas hidup masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jember pada 2025 mencapai 71,57 atau naik 3,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 69,20.
Menurut Gus Fawait, peningkatan IPM didorong oleh membaiknya standar hidup layak. Hal ini terlihat dari kenaikan daya beli masyarakat sebesar 4,18 persen, yang didukung penguatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta perluasan lapangan kerja.
Lanjut, di sektor kesehatan, Jember juga mencatat kemajuan signifikan. Prevalensi stunting turun dari 30,4 persen pada 2024 menjadi 20,1 persen pada 2025. Selain itu, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jember mencapai 99,46 persen atau mendekati universal health coverage (UHC).
Dan nantinya ke depan, Pemkab Jember berkomitmen terus menggenjot kesejahteraan warga dengan memprioritaskan wilayah yang masih memiliki capaian IPM rendah. Upaya tersebut dilakukan melalui rehabilitasi sarana pendidikan serta penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran. jr-02/dsy
Editor : Redaksi