SURABAYAPAGI.com, Bekasi- Duel bigmatch antara Persija Jakarta menjamu musuh bebuyutan Persib Bandung belum dapat izin resmi keamanan yang diberikan oleh Kepolisian RI. Persija akan melawan Persib pada Jumat (3/11) pekan ini.
Pertandingan yang seharusnya digelar di Stadion Patriot, Candrabhaga, Kota Bekasi yang musim ini menjadi markas Persija. Tapi, Kepolisian Resor Kota Bekasi dan juga pemerintah Kota Bekasi belum memberikan kepastian mengingat duel ini berpotensi terjadi kericuhan. Karena jumlah Jakmania dan Bobotoh bisa mencapai satu juta penonton.
Direktur Persija I Gede Widiade mengatakan pihaknya tetap mengupayakan lokasi bertanding antara klubnya melawan Persib di Stadion Patriot. Gede terus menjalin komunikasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah Bekasi.
"Sejauh ini sudah 75 persen pertandingan kandang bisa dilaksanakan di Bekasi. Upaya terus kami lakukan," kata Gede, dikutip dari laman resmi Liga Indonesia, Senin (30/10).
Awalnya dengan potensi tingginya antusiasme penonton untuk salah satu duel pekan ke-33 Liga 1 ini, pihak Persija ingin menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Mengantisipasi terjadi kericuhan seperti yang terjadi saat pertemuan pertama kedua tim di markas Persib Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Juli lalu, Persija sudah meminta panpel untuk tak menyediakan tiket untuk bobotoh. Hal yang sama juga dialami Persija di Bandung di mana Jakmania tak ada yang datang ke GBLA karena imbauan dari manajemen Maung Bandung.
Solusi lain jika tidak ingin menimbulkan kericuhan laga ini bisa dialihkan jauh ke Solo Jawa Tengah. Stadion Manahan Solo sempat dikemukakan sebagai opsi untuk meminimalisir potensi kericuhan karena lumayan jauh dijangkau Jakmania dan bobotoh.
Gede Widiade menyebut jika kedatangan Bobotoh sudah dicegah, potensi kericuhan dapat diperkecil. Ia melihat Jakmania selama tahun ini banyak mengalami kemajuan dalam hal kedewasaan. Selama musim ini, kata dia, Jakmania relatif tertib.
"Sekarang Jakmania semakin dewasa. Kami harapkan kondisi seperti ini berjalan terus," ungkapnya. (hm/rep)
Editor : Redaksi