SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Kasus terkait keracunan akibat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, tiga siswa di SDN Mojokendil, Kecamatan Ngronggot mendapat penanganan medis, sesaat setelah diduga menyantap menu MBG yang mereka terima pada Selasa (07/04/2026) pagi, kemarin.
Pasalnya, setelah ditelusuri, ada salah satu menu yang diduga menjadi penyebab adalah bagian sayur yang ditemukan berlendir dan sudah tidak segar. "Tadi ada satu anak yang dibawa ke Puskesmas Mojokendil karena mengalami mual, muntah, dan lemas," ujar Operator Sekolah SDN Mojokendil, Hendri Dwi Prastya, Rabu (08/04/2026).
Menurut Hendri, insiden bermula saat paket makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot, didistribusikan ke kelas. Namun, saat dilakukan pengecekan oleh petugas sekolah, ditemukan kondisi sayur yang sudah tidak memenuhi syarat konsumsi.
"Distribusi segera dihentikan. Sebagian siswa, khususnya kelas 5, terlanjur menyantap hidangan tersebut," terang Hendri.
Akibatnya, kondisi kesehatan siswa langsung terganggu. Selain satu siswa yang dilarikan ke puskesmas, terdapat satu hingga dua siswa lainnya yang juga mengalami muntah-muntah di area sekolah. Namun dengan segera, siswa yang terindikasi keracunan tersebut segera mendapatkan penanganan medis, sehingga kondisi para siswa kini mulai membaik dan sudah bisa dipulangkan.
Sontak, akibat insiden tersebut, kini menjadi sorotan terkait kendali mutu atau quality control makanan MBG dari SPPG itu. Hendri berharap pihak penyedia makanan dapat lebih teliti dan menjaga standar kebersihan serta kualitas bahan makanan.
Hendri berharap insiden serupa tidak terulang, demi kenyamanan dan keselamatan para peserta didik. "Kami berharap SPPG lebih memperhatikan tentang kualitas makanan," ujarnya. ng-03/dsy
Editor : Redaksi