SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Selain destinasi wisata, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur juga menyimpan tradisi hingga event unik lainnya. Salah satunya, Kontes Regional Jawa Kambing Jerabang digelar di Kabupaten Ponorogo. Dipusatkan di Lapangan Jepun, Desa Balong, Kecamatan Balong. Kontes tersebut digelar perdana yang diikuti ratusan kambing dari berbagai daerah, seperti Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, hingga Pati.
Diketahui, dalam kontes tersebut terdapat sembilan kategori perlombaan, mulai dari kelas anakan, baik jantan maupun betina (kelas E, D, dan C), hingga kambing dewasa (kelas B dan A) yang diselenggarakan oleh komunitas Peternak Kidul Kutho (Parkitho) ini dibuka langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita.
Lebih lanjut, menurut Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, menyebut jika kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih mengenal kambing jerabang, termasuk cara perawatannya.
“Ini sangat bagus. Masyarakat bisa mengenal kambing jerabang sekaligus memahami cara perawatannya,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).
Sedangkan terkait tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini berpotensi mendorong sektor pariwisata sekaligus meningkatkan nilai jual kambing lokal. Pasalnya, kambing jerabang merupakan hasil persilangan kambing jawa randu dengan kambing lokal hitam putih. Jenis ini dikenal memiliki postur yang relatif lebih besar dan gagah, dengan warna bulu cokelat kemerahan yang khas.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo pun berkomitmen mendukung agar kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan. “Event ini bisa menumbuhkan ekonomi karena banyak pengunjung dari luar daerah. Insyaallah akan kita jadikan agenda tahunan,” tambahnya.
Ia berharap kontes ini dapat menjadi sarana untuk menggali potensi peternakan sekaligus meningkatkan kualitas genetik hewan lokal. Lalu, untuk penilaian, kambing jerabang dinilai dari berbagai aspek fisik, seperti bentuk tanduk, telinga, glambir, kaki, ekor, postur tubuh, hingga warna bulu.
“Tujuan utamanya untuk memberi semangat kepada peternak agar meningkatkan kualitas kambingnya. Dulu kambing jawa randu bernilai rendah, sekarang bisa naik kelas,” jelasnya. pn-02/dsy
Editor : Redaksi