Makna Substansi Sumpah Pemuda

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pada tahun 1928, para pemuda Bangsa Indonesia berkumpul jadi satu dan merumuskan serta mengagas Sumpah Pemuda demi kesatuan bangsa. Bagaimana dengan kondisi pemuda Indonesia di era sekarang? Dosen Ilmu Sejarah FIB Unair Adrian Perkasa memandang saat ini terjadi beberapa perbedaan yang signifikan antara para pemuda di era Sumpah Pemuda dan di era saat ini. Salah satu perbedaan yang sangat kentara, menurutnya adalah pada sektor literasi. "Jika kita bandingkan para pemuda yang terlibat dalam Kongres Pemuda hingga mampu berikrar untuk berbangsa dan bertanah air satu serta menjunjung bahasa persatuan dengan pemuda jaman now adalah bagaimana kesenjangan literasi yang begitu mengemuka. Padahal belajar dari sejarah, kesadaran akan satu nusa bangsa dan bahasa bisa tercapai melalui literasi," kata Adrian kepada Surabaya Pagi. Adrian menjelaskan, bukti kesenjangan literasi yang ada pada saat ini telah banyak ditunjukkan oleh riset-riset yang dilakukan. "Data yang terkumpul dari PISA (lembaga penilai pendidikan di dunia) menunjukkan tingkat literasi pemuda Indonesia hari ini jauh tertinggal dibandingkan negara lain," jelasnya. Sehingga, dengan kondisi demikian, menurut Adrian, momen peringatan Sumpah Pemuda bisa menjadi titik balik bagi para pemuda untuk menghayati hal tersebut secara substansi. Menurutnya, substansi dari Sumpah Pemuda adalah bagaimana para pemuda menemukan kontribusinya bagi bangsa dan negara. "Bisa dengan berkontribusi lebih baik, atau paling tidak sama seperti generasi pemuda 1928. Saya melihatnya pada kontribusi itulah substansi utamanya. Mungkin yang lain melihat keberagaman, tapi kalo kita baca baik-baik dokumen terkait kongres itu, maka kontribusi merekalah yang mengemuka," tegas Adrian. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru