SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Asia-Europe Foundation menggelar peringatan ASEM Day 2026 dengan mengusung isu aksi iklim global serta peran strategis generasi muda.
Kegiatan bertema One Planet, Infinite Responsibility: Igniting Water, Climate, and Ecosystem Action for the Future We Share tersebut berlangsung di Hall Lantai 1 Kantor Manajemen Kampus MERR-C, Surabaya, Kamis (23/4/2026).
Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Hery Purnobasuki, mengatakan dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari krisis air, perubahan iklim, hingga degradasi ekosistem.
“Tantangan ini tidak bisa ditangani secara terpisah. Dibutuhkan pendekatan terintegrasi, kolaboratif, dan berbasis ilmu pengetahuan agar komitmen global dapat diwujudkan menjadi aksi nyata di tingkat lokal,” ujarnya.
Ia menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan sekaligus penggerak inovasi dalam menjembatani kebijakan global dengan implementasi di masyarakat.
“Universitas berperan sebagai jembatan antara kebijakan global dan aksi lokal. Kami berkomitmen agar kontribusi akademik mampu memberi dampak nyata dan terukur,” tegasnya.
Selain forum diskusi, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi mahasiswa melalui kompetisi film pendek yang mengangkat isu keberlanjutan. Inisiatif tersebut dinilai mampu mendorong kesadaran kolektif sekaligus memperkuat kolaborasi multipihak.
Sementara itu, Duta Besar RI sekaligus Gubernur Indonesia untuk Dewan Gubernur ASEF, Andri Hadi, menekankan bahwa kerja sama Asia dan Eropa tidak lagi sebatas diplomasi dan perdagangan, tetapi juga tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
“Perubahan iklim dan krisis air tidak mengenal batas negara. Karena itu, dibutuhkan respons kolektif yang lebih kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk integrasi mitigasi karbon biru dan pendekatan nexus Air-Pangan-Energi dalam kebijakan iklim nasional.
Andri juga menyoroti peran kota seperti Surabaya dalam menghadirkan solusi inovatif, di antaranya melalui fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di Benowo serta pengembangan kawasan ekowisata mangrove.
Di akhir kegiatan, Andri memberikan pesan kepada generasi muda agar aktif mengambil peran dalam isu lingkungan.
“Kalian bukan hanya masa depan, tetapi sudah mulai membentuknya. Solusi dari tingkat lokal akan menjadi fondasi bagi agenda global yang lebih luas,” pungkasnya. Byb
Editor : Redaksi