Marks and Spencer Dikabarkan Akan Tutup Toko

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Inggris – Peritel pakaian asal Inggris, Marks dan Spencer dikabarkan segera menutup toko pada pekan ini. Kondisi lesunya penjualan membuat pengusaha berpikir ulang dengan cara menutup gerai. Hal itu menyusul laba yang terus menyusut serta ketidakstabilan penjualan ritel di negeri Big Ben tersebut. Analis memperkirakan keuntungan sebelum pajak Marks and Spencer merosot lebih dari 10 persen menjadi 201 juta Poundsterling dalam 6 bulan terakhir. Sebagai perbandingan, pada 2008, Marks and Spencer berhasil meraup laba hingga 1 miliar Poundsterling. Sejumlah pengamat telah menyarankan Marks and Spencer menutup lebih banyak gerai sebagai dampak menjamurnya bisnis daring. Chief Executive Officer Marks and Spencer Steve Rowe, yang baru menjabat pada 2016, berupaya keras menghidupkan kembali peritel legendaris berusia 133 tahun itu. November 2016, ketika Rowe mencanangkan rencana bisnis lima tahun untuk Marks and Spencer, penutupan 30 gerai menjadi opsi kuat. Selain itu, sebanyak 45 gerai lainnya bakal dirampingkan atau diubah menjadi toko makanan saja. Selain Marks and Spencer, peritel Debenhams juga tengah mengalami masa paceklik. Di negeri Ratu Elizabeth, laba tahunan Debenhams anjlok 44 persen menjadi 59 juta Poundsterling pada 2017 ini. Tak ingin terus terpuruk, Debenhams kini meracik strategi baru. Peritel tersebut segera menghadirkan pusat kebugaran atau gym dalam tiga toko mereka. Bekerja sama dengan spesialis pusat olahraga Sweat!, gym tersebut dapat dinikmati publik pada awal 2018. lx/kmp

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru