SURABAYAPAGI.com-Jember, Untuk memanusiakan manusia, beberapa tahun belakangakangan Pemerintah terus berupaya berbenah memperbaiki pola pengelolaan lembaga pemasyarakatan (lapas). Tidak sekadar tempat narapidana menjalani hukuman badan, lapas juga berfungsi memberikan pembinaan kemandirian, sebagai bekal kepada para narapidana untuk memiliki keterampilan dan sikap agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi baru.
Seperti yang dilakukan petugas Lapas Kelas IIA Jember, yang terus memberikan pembinaan berupa pembuatan kerajinan tangan, dan perbengkelan (mengelas) selama satu bulan
"Ayunan ini adalah hasil karya warga binaan kami, setelah mendapatkan bimbingan khusus dari Darwita."ujar Mamatrono SH, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja, Lapas Kelas IIA Jember
Kalapas kleas IIA Jember baru-baru ini dijabat oleh Sarju Wibowo, Bc,IP, SH,MH, mengatakan bahwa penghuni warga binaan selama menjalini vonis hakim harus diajarkan beberapa keterampilan supaya bisa mandiri dan diterima di tengah masyarakat, maka lapas berkewajiban memberikan pembekalan.
Menurut Sarju Wibowo mantan Kalapas Bengkalis, kegiatan kali ini sudah berlangsung 30 hari yang diikuti oleh 25 Napi.
“Praktik ini untuk membimbing ketrampilan mengelas listrik membuat ayunan anak, agar nantinya bila sudah habis menjalani masa tahanan bisa mandiri untuk berkarya dan bisa diterima di tengah masyarakat,” Ucap Sarju Wibowo
"Diharapkan, melalui program ini, warga binaan bisa menjadi wirausahawan sehingga bisa berkarya usai menjalani hukuman pidana di lapas. "Ada beberapa mantan warga binaan kami, yang setelah keluar bisa sukses menjadi pengusaha. Hal seperti ini yang kami harapkan bisa diperbanyak," imbuh Sarju panggilan akrabnya Senin (6/11)
Sementara ketua Darwita Doho selaku mitra Lapas kelas IIA Jember, pihaknya telah memberikan bimbingan praktek cara mengelas membuat ayunan anak.
"Yang mana tehnik yang baik dan benar serta aman cara mengelas, agar bermanfaat selain itu hasil dari karya ini bisa berguna dan bisa dimanfaatkan di Sekolah-sekolah TK dan Paud di Jember." tutur Doho
Doho menambahkan, karya dari para narapidana ini, tidak kalah baik dari kwalitasnya dari hasil karya orang pada umunya. Mereka sangat antusias mengikuti pembinaan keterampilan baik ini ataupun keterampilan yang lain.
Salah satu perserta Rizal Fahlevi, sangat senang sebagai peseta bisa mengikuti program perbengkelan.
"Saya sangat senang Mas bisa mengikuti materi pengelasan membuat ayunan nantinya bila sudah keluar bisa meneruskan ilmu yang saya dapat." ungkap Rizal yang terjerat kasus Narkoba. (ndik)
Editor : Redaksi