SURABAYAPAGI.com, Jawa Tengah - Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Purwokerto, Fadhil Nugroho mengatakan, isu tutupnya sejumlah toko modern di Jakarta karena pergeseran perilaku konsumsi masyarakat belum berdampak terhadap Kota Purwokerto. Salah satu indikatornya adalah masih tumbuhnya dana pihak ketiga di bank umum hingga periode September 2017.
"Hingga September tahun ini masih tumbuh empat persen dibandingkan tahun kemarin pada periode sama. Posisinya sebesar Rp 11,6 triliun dan Rp 6,9 triliun di antaranya berupa tabungan," ujarnya, kemarin.
Menurut Fadhil, dari hasil survei konsumen yang dilakukan BI Kantor Perwakilan Purwokerto menunjukkan, konsumen masih optimis terhadap kondisi perekonomian dan tidak tampak terjadi penurunan belanja. Dia mengatakan, hingga saat ini belum terdengar adanya perusahaan yang gulung tikar dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di wilayah Kabupaten Banyumas.
"Itu artinya, masyarakat masih tetap bekerja seperti biasa dan memperoleh penghasilan, berarti juga daya beli masih normal," tuturnya.
Fadhil meminta pengelola pusat perbelanjaan di Purwokerto untuk menjalin komunikasi dengan kelompok jual beli online. Menurut dia, hal ini bertujuan untuk mengimbangi sistem penjualan di era milenial. Motif pilihan belanja online sebenarnya disebabkan karena harga barang yang dijual lebih murah. Selain itu barang yang didapat juga lebih besar dengan harga lebih murah. (hm/mrd)
Editor : Redaksi