Figur Fresh Bisa Dobrak GI Dan KIP

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Poros Emas yang digagas oleh Gerindra-PAN-PKS nampaknya akan benar-benar segera terwujud. Seluruh partai tersebut, menyatakan bahwa finalisasi pembahasan poros tersebut sudah mencapai tahap final. Direktur Initiative Institute Airlangga Pribadi memandang bahwa Poros Emas masih memiliki kemungkinan untuk mampu mendobrak dua poros yang sudah ada sebelumnya. Hanya saja, pemilihan figur akan menjadi tantangan tersendiri bagi poros tersebut. "Figur yang diusung harus benar-benar muda dan fresh. Rekam jejak dan track prestasi dari figur yang dibawa nanti juga harus diperhatikan. Progresnya ini kalau saya dengar dari Pak Rubai PAN katanya sedang finalisasi," kata Airlangga, Kamis (16/11). Pria yang juga dosen Fisip Unair tersebut mengatakan bahwa fenomena poros baru mendobrak poros yang sudah ada sebelumnya pernah terjadi pada Pilgub Jatim 2008. "Saat itu Khofifah mendobrak poros Karwo dan Sunaryo. Hanya saja waktu itu kan dikalahkan. Poros tengah itu juga bisa memiliki potensi seperti Khofifah waktu itu," katanya. Terkait nama Emil Dardak yang saat ini menjadi lekat dengan Poros Emas, sosiolog politik asal Unesa Agus Mahfud memandang bahwa Bupati Trenggalek tersebut dapat menjadi oase bagi kejenuhan di tengah masyarakat. Kejenuhan tersebut muncul sebab dua Cagub yang ada saat ini merupakan sosok yang sudah meramaikan dua edisi Pilgub Jatim sebelumnya. "Selain jenuh, pertarungan dua edisi Pilgub ini juga sudah sangat melukai masyarakat. Kenapa? Karena kita tahu pertarungan antar NU yang sudah pernah terjadi sepuluh tahun itu kembali akan terjadi. Memang sudah lama, tetapi lukanya itu masih tersisa. Sehingga, dengan kehadiran poros baru itu bisa menjadi alternatif agar masyarakat tidak lagi terluka karena saling dihadapkan dengan saudaranya sendiri," jelas Agus, secara terpisah. Akan tetapi, menurut Agus, ada hal penting yang harus diperhatikan oleh Poros Emas untuk melawan dua poros yang sudah ada sebelumnya. "Poros tersebut harus bisa mencari dan memanfaatkan momentum. Karena dalam politik, siapa yang mendapatkan momentum adalah yang menjadi pemenang," pungkasnya. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru