Pengerjaan Pendestrian Masih Banyak yang Belum Rampung

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Musim hujan datang lagi, Surabaya terendam banjir saat diguyur hujan lebat pada Jumat (24/11/2017) lalu. Padahal hujan mengguyur tidak lebih dari enam jam, namun dampaknya luar biasa. Hampir disetiap ruas jalan dan perkampungan, terdampak luapan air sungai dan pendestrian yang tak mampu menampung debit air dengan baik. Banjir tersebut menuai tanggapan dari Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Buchori. Menurut pria asal Madura itu, rendahnya serapan anggaran hingga Oktober tahun ini membuat pekerjaan dalam proses perbaikan jalur drainase di Surabaya belum maksimal. Selain itu, lambatnya proses pengerjaan awal menjadi faktor lain yang membuat masih ruwetnya aliran air sehingga bertumpuk dan menggenang. "Serapan saja tidak sampai limapuluh persen dari anggaran untuk pemantusan yang hampir empat ratus miliyar lebih. Belum lagi proses pengerjaannya yang terlambat, baik Dinas Pu Bina Marga maupun Subdit Pemantusan melakukan lelang pekerjaan dengan start di akhir-akhir tahun mendekati musim hujan," kata Buchori. Berdasarkan komentar wakil ketua Komisi C DPRD Surabaya tersebut, Surabaya Pagi kemudian meninjau beberapa lokasi di tengah kota yang menjadi titik perbaikan pendestrian oleh rekanan kerja Dinas PU Bina Marga maupun divisi Pemantusan Kota Surabaya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah proyek pendestrian yang ada di sepanjang jalan Tunjungan Surabaya. Setidaknya, sejak sekitar bulan Mei lalu, proyek tersebut digarap, namun sampai hampir awal Desember ini, belum rampung sepenuhnya. Menurut mandor proyek yang merupakan pelaksana dari CV Calvalary itu mengatakan, lamanya proses pengerjaan lantaran adanya banyak kabel fiber optik milik Telkom yang tertanam di sepanjang jalur pendestrian tersebut. Harusnya, proyek itu rampung tak lebih dari tiga bulan. "Iya mas, yang bikin lama ada kabel fiber optik milik Telkom. Kita minta untuk kerjanya dipercepat tapi mereka tidak bisa. Ada yang sudah kami tutup, kemudian di bongkar untuk membetulkan kabel itu sama mereka," katanya. Namun, pria bernama Selamet itu mengatakan jika akhir Desember nanti proyek ini sudah rampung. Padahal, masih ada beberapa pengecoran yang dilakukan dalam musim hujan ini. Dari pantauan Surabaya Pagi, didalam gorong-gorong masih terdapat banyak sekali tumpukan karung berisi pasir, secara otomatis, laju air tak dapat mengalir maksimal di sepanjang jalan Tunjungan hingga perkampungan di Tanjung Anom. Selain proyek perbaikan drainase yang ada di jalan Tunjungan, Surabaya Pagi kembali menemui proyek pendestrian dan pelebaran jalan di jalan Pandigiling Surabaya. Berbeda dengan kondisi proyek di jalan Tunjungan, di proyek Pandigiling ini tidak terlihat aktifitas pekerja. Sempitnya ruas jalan ditambah dengan beberapa tumpukan box culvert kecil menambah sesak pemandangan di sepanjang jalan ini. Penyumpatan gorong-gorong akibat sampah tentu mengakibatkan ruas jalan dan perkampungan sekitar terdampak genangan dari curah hujan tinggi di Surabaya. Hanya telihat sebuah lubang besar di ujung jalan ini dekat jembatan penyebrangan yang diberikan marka dilarang melintas. Kondisinya sangat tak sedap dipandang mata. Apalagi, musim penghujan seperti ini, yang dirugikan tentu pengguna jalan, masyarakat Surabaya umumnya dan warga sekitar khususnya. fir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru