SURABAYA PAGI, Gresik - Ratusan warga Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang tergabung dalam Aliansi Save Alun-alun Gresik, kembali berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Gresik, Rabu (6/12/2017).
Massa terdiri dari laki-laki dan ibu-ibu rumah tangga ini menuntut dibebaskannya tiga orang aktifis yang ditangkap dan dijadikan tersangka atas tuduhan pengrusakan ketika merunjuk rasa menolak renovasi Alun-alun bulan lalu.
Juru bicara pengunjuk pengunjuk rasa, Yasin mengatakan aksi turun ke jalan terpaksa mereka lakukan, lantaran matinya demokrasi di Bumi Gresik. Hal itu dibuktikan tidak adanya instansi pemerintah daerah setempat seperti legislatif dan eksekutif yang mendengar suara rakyatnya.
"Berunjuk rasa jalan terakhir karena pemerintah daerah ini sudah tak dengar lagi suara rakyatnya. Saat rakyat demo eh malah dikriminalisasi," ujar Yasin disela aksi unjuk di kantor DPRD Gresik.
Senada dengan Yasin, Budi dalam orasinya juga mencibir Ketua DPRD Gresik dan dewan lainnya yang dinilai gagal memperjuangkan hak-hak rakyat. Bahkan wakil rakyat daerah ini sebut Budi, diduga ingkari janjinya pada rakyat yang akan membelah untuk menolak revitalisasi Alun-alun.
Sementara itu, ratusan demonstran mengaku kecewa lantaran tak satupun anggota dewan terhormat ada di kantor. Usai berorasi di kantor dewan, massa pun bergerak menuju kantor Kejaksaan Negeri Gresik untuk menyampai tuntutan serupa. Sambil membawa foster dan keranda jenazah.
"Keranda jenazah yang digotong itu sebagai simbol matinya demokrasi di Gresik," kata Budi.
Sehari sebelumnya yakni Selasa (5/12/2017) sekitar seribu massa dari PKC PMII se Jawa Timur juga menggelar demo di kantor Bupati Gresik. Tuntutan sama yakni meminta tiga aktifis yang ditahan dan tersangka saat demo menolak revitalisasi Alun-alun, dibebaskan.
Kepala Bakesbangpol Pemkab Gresik, Choirul Anam mengakui tuntutan demonstran sulit untuk dipenuhi karena proses tersebut sudah ditangani penegak hukum.
Sementara dari kantor DPRD Gresik, tak satupun wakil rakyat yang bisa dihubungi. Menurut sejumlah pegawai sekretarit dewan, tidak ada wakil rakyat masuk kantor karena sedang dinas luar.mis
Editor : Mariana Setiawati