SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perayaan Hari Raya Natal 2017 dan malam pergantian tahun (2017-2018) tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan dilakukan polisi untuk melakukan upaya kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), termasuk Polrestabes Surabaya. Sebab, jelang dua perayaan tersebut, kejahatan diyakini bakal meningkat. Mulai dari kejahatan 3C (curas, curat dan curanmor) hingga premanisme.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela kepada Surabaya Pagi menyampaikan, jelang perayaan Natal dan tahun baru, pihaknya menganalisa bakal muncul kejahatan 3C dan premanisme. Namun untuk 3C, yang diprediksi akan meningkat yaitu pencurian dengan pemberatan (curat). "Serta aksi-aksi premanisme," katanya, Jumat (8/12/2017).
Leonard menyebut, potensi meningkatnya pencurian dan premanisme tersebut dipicu oleh beberapa hal. Salah satunya yaitu, di akhir tahun, kebutuhan ekonomi masyarakat cukup tinggi. Hal lain yang memicu adalah aktivitas (mobilitas) masyarakat yang juga ikut meningkat. "Ini yang memungkinkan akan menjadi penyebab munculnya pekerjaan baru, berupa premanisme," bebernya.
Sedangkan aksi pencurian yang juga berpotensi meningkat, lebih disebabkan karena mobilitas masyarakat yang juga meningkat. Artinya, aktivitas masyarakat di tempat umum dan terbuka, akan meningkat di akhir tahun. Sehingga besar kemungkinan, masyarakat akan lebih banyak meninggalkan huniannya.
"Tapi, hal tersebut sudah kami antisipasi mulai saat ini. Kemarin kami sudah menjaring 153 preman. Karena kami yakini, premanisme merupakan embrio dari kejahatan jalanan," tegas Alumnus AKPOL (Akademi Kepolisian) Tahun 2000 ini.
Selain itu, Operasi Sikat Semeru II 2017 juga sebentar lagi bakal digelar. Yaitu mulai tanggal 11 hingga 20 Desember 2017. Artinya, selain bakal melakukan operasi secara terbuka, Satreskrim Polrestabes Surabaya juga akan melalukan operasi secara tertutup. "Jadi, melalui operasi sikat Semeru II nanti, kami akan melakukan optimalisasi penyelidikan tentu dengan penangkapan terhadap target operasi (TO) kami. Out-come-nya kami sebut dengan ungkap," tandas AKBP Leonard.
Mantan Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya ini merinci, titik titik yang berpeluang menjadi sasaran kejahatan dan premanisme jelang dua perayaan akhir tahun. Antara lain pusat perbelanjaan ; ruas jalan (traffic light) ; kantong-kantong parkir ; terminal ; stasiun ; halte bahkan perumahan-perumahan yang rentan ditinggal penghuninya.
"Titik titik itulah yang bakal kami pelototi setiap saat secara nonstop. Tapi masyarakat tentu juga harus meningkatkan kewaspadaannya. Jangan membawa barang berharga yang berlebihan, apalagi meninggalkannya di tempat yang jauh dari pantauan mata. Karena disanalah (kesempatan) justru akan menimbulkan kejahatan," tutup AKBP Leonard Sinambela. n bkr
Editor : Redaksi