SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Cuaca di Gunung Semeru yang masih tergolong ekstrem membuat petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Jawa Timur, rutin memantau sejumlah aliran lahar dingin Gunung Semeru.
"Jadi untuk potensi lahar di aliran Gunung Semeru itu masih tinggi karena saat ini Gunung Semeru masih berstatus Waspada level 2," tutur Kabid Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hasi Siswoyo, Jumat, 8 Desember 2017.
BPBD Lumajang Jawa Timur dan Balai Besar Sungai Brantas Pengendali Lahar Semeru memantau tiga daerah aliran sungai yang menjadi titik aliran lahar dingin Gunung Semeru dan memberikan arahan pada penambang yang mencari pasir semeru.
Ketiga daerah aliran sungai itu adalah Sungai Rejali, Sungai Glidik, Sungai Mujur, dan di sepanjang tiga sungai inilah ribuan penambang pasir menambang pasir Gunung Semeru.
"Jadi tetap kita harus mengantisipasi karena dengan cuaca ekstrem dan dampak siklon Dahlia maka kami mendatangi aliran lahar Semeru dan mengimbau pada penambang dan masyarakat agar tetap berhati-hati," kata Wawan.
Selain cuaca ekstrem, dampak badai Dahlia juga menjadi salah satu alasan petugas melakukan pemantauan secara maraton. "Kalau pun nanti ada mendung sebaiknya jangan menambang dulu karena dikhawatirkan sewaktu-waktu lahar dingin Semeru akan turun," ucapnya.
Selain mengandalkan alat pendeteksi getaran milik pos pantau Gunung Sawur, para penambang juga menggunakan tanda-tanda alam untuk mendeteksi dini terjadinya lahar dingin Gunung Semeru.
"Mendung dan dingin cuacanya. Kadang-kadang di sana mendung tapi di atas gunung cerah dan sebaliknya jika di atas cuacanya petang (mendung tebal), maka kita harus pulang," ujar salah satu penambang pasir Semeru, Sulianto. lx/lpt
Editor : Redaksi