SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ancaman teror dari kelompok radikal mendekati perayaan Natal dan Tahun baru, bukan isapan jempol. Buktinya, tiga orang terduga teroris di Surabaya, Sidoarjo dan Malang, ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Paripung Dhani Pasandi alias Ipung (35) asal Tuwoworejo 6/27, Kapas Madya, Tambaksari Surabaya, yang tertangkap ternyata terduga teroris yang selama ini dicari-cari. Lantas, apa target kelompok ini di Jawa Timur?
-------------
Laporan : Narendra Bakrie
Selain Ipung, Densus menangkap Muh Muhidin Gani alias Abu Faros alias Deni. Keduanya ditangkap di tempat berbeda. Dari informasi yang dihimpun Surabaya Pagi di lapangan, Ipung lebih memilih mengontrak rumah di Jalan Rinjani Perumahan Tanggulangin Asri blok QQ-6, Tanggulangin, Sidoarjo. Di perumahan ini, Ipung tinggal bersama istri dan tiga anaknya. Keluarga Ipung meninggalkan rumahnya di Tuwoworejo sejak dua tahun lalu.
Ipung disergap Tim Densus 88 di Jalan Raya Sumorame Sidoarjo saat melintas menggunakan motor. Usai menangkap Ipung, Tim Densus 88 akhirnya membawa Ipung bersama Deni menuju sebuah markas milik Polda Jatim untuk diinterogasi. Dan ternyata, Tim Densus 88 juga menangkap seorang terduga teroris di Malang di hari yang sama. Yaitu Kiki Rizky Abdul Kadir alias Kiki alias Abu Ukasah warga Jalan Kemuning V No 6, Perum Sengkaling Indah II Kab Malang.
"Benar, Polri mengamankan tiga orang terduga teroris pada Sabtu (9/12) di Jawa Timur," ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Besar Muhammad Iqbal ketika dikonfirmasi Minggu (10/12) kemarin.
Menurut Iqbal, operasi penegakan hukum ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap aksi teror yang direncanakan oleh jaringan teror.
"Ini dilakukan mengingat adanya kejadian-kejadian teror di beberapa negara lain," kata mantan Kapolrestabes Surabaya ini.
Masih terkait Ipung. Dari informasi yang diterima Surabaya Pagi. Pria 35 tahun ini ternyata sudah diburu Tim Densus 88. Sebab, Ipung ternyata satu kelompok dengan Isnaini Romdhoni alias Doni dan Abdul Majid, dua teroris yang ditangkap Tim Densus 88 pada 20 Januari 2014 silam. Saat itu, Doni ditangkap di SPBU Jalan Kedung Cowek. Sedangkan Abdul Majid dibekuk di rumah kontrakannya di Jalan Tanah Merah Sayur I nomor 17 Surabaya.
Setelah penangkapan Doni dan Abdul Majid, Surabaya Pagi saat itu sempat mengikuti jalannya rekontruksi keduanya. Rekontruksi saat itu, untuk menunjukkan titik mana yang mereka rencanakan akan diledakkan. Saat itu terkuak, bahwa Doni dan Abdul merencanakan sejumlah tempat. Antara lain Pos Polisi Galaxy Mall ; Dollar Cafe & Karaoke (samping THR) ; X-O Cafe Kayoon ; Color Pub ; Galaxy Billiar Pandegiling dan Mapolsek Wonocolo.
Nah, Ipung ternyata teroris yang merupakan satu kelompok dengan Doni dan Abdul Majid. Informasinya, pada perencanaan pengeboman 2014 tersebut, Ipung berperan membeli dan menyiapkan bahan-bahan dan alat-alat pembuatan bom. Nah, Ipung, Doni maupun Abdul Majid merupakan kelompok Jemaah Ansharut Tauhid (JAT).
Setelah Doni, Abdul Majid dan kelompoknya banyak yang tertangkap, Ipung akhirnya diduga berafiliasi dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau "Islamic State of Iraq and Syria" (ISIS) di Suriah. Dia bergabung bersama Deni dan Kiki. Seperti halnya Deni, menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ronny Suseno, Deni terpantau berangkat ke Suriah pada tahun 2013 lalu dan kembali ke Surabaya 2014 lalu.
Sejak kembali ke Surabaya, Deni yang bernama asli Muh Muhiddin itu, bersama istri dan tiga anaknya menempati rumah di Jalan Ampel Kembang No 25, Semampir Surabaya. Sejak itu pula, Deni terus dipantau. "Dia (Deni, red) ditangkap Tim Densus 88 di daerah Kenjeran Surabaya. Setelah dibawa, diinterogasi, akhirnya terhadap rumah terduga dilakukan penggeledahan," sebut AKBP Ronny.
Rumah yang ditempati Deni akhirnya digeledah sekitar satu jam. Dengan didampingi istri Deni, Tim Densus 88 dan AKBP Ronny beserta sejumlah anggotanya melakukan penggeledahan. "Kami membawa dua koper berisi dokumen-dokumen berkaitan dengan kegiatan dia (Deni, red). Ada juga yang berlogo ISIS. Istri yang bersangkutan cukup kooperatif. Saat kami mintai data, langsung diberikan," beber mantan Kapolres Poso ini.
Namun, hingga saat ini, belum diketahui apa sebenarnya yang direncanakan oleh Deni, Ipung dan Kiki jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017. Sebab, menurut AKBP Ronny, ketiganya saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mabes Polri. "Selanjutnya, lebih detailnya akan dijelaskan oleh Mabes Polri," tandas Perwira Polisi asli Surabaya ini. n
Editor : Redaksi