Jamhadi: Anak Muda Harus Berani Berbisnis

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jawa Timur saat ini memiliki populasi kaum muda sekitar 60 persen dari 39.800.000 penduduk. Jumlah tersebut merupakan sebuah karunia yang besar, dibandingkan negara-negara lain di dunia Di sisi lain, pada negara maju yang mampu menyejahterakan rakyatnya, jumlah pengusaha yang dimiliki lebih dari 4 persen. Bagaimana dengan Jatim? Di Provinsi ini, hanya ada sekitar 1.4 persen saja. Terkait dengan data tersebut, Staff Ahli Ketua Kadin Jatim Jamhadi mengatakan bahwa Kadin Jatim telah berupaya meningkatkan jumlah pengusaha di Jatim. Upaya tersebut salah satunya dengan memberikan fasilitas kepada para generasi muda agar mampu menjadi pengusaha. "Kadin Jatim, sebagai contoh, telah mendirikan Kadin Institute. Fasilitas pelatihan tersebut mencakup support terhadap bisnis start up, memberikan jaringan di dunia kreatif, menyediakan co-working space, serta juga turut memberikan bantuan terhadap akses permodalan," kata Jamhadi pada seminar "Entrepreneur Project: Embrio Inkubator Bisnis Anak Muda" yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Selasa (12/12). Tengah stabilnya kondisi perekenomian Indonesia, menurut Jamhadi, adalah momen yang tepat untuk anak muda memulai kerajaan bisnis mereka. "Nilai tukar rupiah ini sedang sangat stabil, ease of doing bussiness kita juga di rangking 72, lalu global competitiveness RI juga ada di rangking 36. Jadi, tunggu apalagi?" jelasnya. Namun, meskipun demikian, Jamhadi menekankan bahwa anak muda yang ingin berbisnis sangat perlu untuk menumbuhkan beberapa karakter wajib bagi entrepreneur. Beberapa diantaranya adalah mampu berpikir taktis serta praktis dan berorientasi pada aksi nyata. "Selain itu, mereka juga harus selalu mencari peluang baru yang terbaik. Kalau sudah dapat peluang, kejar peluang tersebut dengan disiplin yang tinggi," jelas pria yang disebut-sebut bakal menjadi Ketua Kadin periode mendatang tersebut. Pada kesempatan yang sama, Jamhadi juga mengungkapkan bahwa ada beberapa sektor potensial yang bisa menjadi lahan bisnis dari para generasi muda. "Diantaranya adalah desain komunikasi visual, musik, animasi, dan video. Kenapa bisa potensial? Karena sejak 2015 lalu pertumbuhannya sudah sangat pesat ," tegasnya. Pada kesempatan terpisah, pakar manajemen Unair Badri Munir Sukoco juga mengungkapkan hal yang kurang lebih sama. Ke depannya, menurut Badri, creative class society di suatu daerah akan menjadi sangat penting. "Di Indonesia, saat ini ada 7.95�ri kelas tersebut. Apabila hal tersebut tidak diperkuat, maka banyak masyarakat yang tidak akan survive. Untuk meningkatkan hal tersebut, Universitas perlu untuk lebih meningkatkan super creative core class, para pengusaha di sektor industri kreatif. Itu lah kunci menguasai revolusi industri keempat. Anak muda harus bersemangat mencari tahu soal seluk beluk start up sebagai motivasi. Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan," jelas Badri pada kesempatan tersebut. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Minggu, 01 Mar 2026 21:09 WIB
Minggu, 01 Mar 2026 21:07 WIB
Senin, 02 Mar 2026 18:35 WIB
Selasa, 03 Mar 2026 19:07 WIB
Berita Terbaru