SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jika Indonesia tidak segera melakukan revitalisasi struktur ekonomi dan mengganti produk ekspor komoditas menjadi manufaktur, maka Indonesia akan memakan waktu yang lama dalam jebakan pendapatan menengah.
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan, Indonesia pernah berjaya dengan pertumbuhan ekonomi 7,5 persen saat mengandalkan manufaktur pada era 90-an.
Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlahan terjun menuju 6,4 persen sampai 5 persen karena tidak lagi mengandalkan ekspor manufaktur tetapi ekspor komoditas.
"Lalu setelah krisis finansial Asia 1998 ekonomi kita di kisaran 5,3 persen dan didominasi oleh komoditas. Pelajaran dari sejarah kalau ekonomi bertumpu pada manufaktur maka kita bisa di atas 6,4 persen," terang Bambang di Assembly Hall, JCC, Selasa (23/7).
Bambang mengaku tahun ini sangat sulit pemerintah mendorong pertumbuhan di angka 5,3 persen. Dia beralasan regulasi yang rumit dan instansi yang tumpang tindih, serta kurang koordinatif menjadi pemicu sulitnya aliran investasi memperlancar kegiatan ekonomi. jkt
Editor : Redaksi