Pertumbuhan Kuartal Juni Perusahaan Teknologi China Merosot

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com - Berbagai perusahaan teknologi, e-commerce, dan elektronik China dikabarkan mengalami penurunan tajam dalam pertumbuhan pendapatan untuk kuartal Juni. Hal ini merupakan imbas perang perdagangan yang membengkak sehingga ekonomi China terbebani hingga menekan pengeluaran konsumen. Perusahaan-perusahaan tersebut diperkirakan hanya mendapat rata-rata pertumbuhan sebesar 26�n pertumbahn tersebut merupakan pertumbuhan terlambat dalam enak kuartal dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Berbagai perusahaan itu ialah, raksasa e-commerce China Alibaba Corp dan saingannya yang lebih kecil JD.com, perusahaan internet Baidu Inc, dan Tencent Holdings, perusahaan game terbesar di dunia. Penghasilan bersih di perusahaan-perusahaan ini diperkirakan akan tumbuh 9%, dibandingkan dengan kenaikan 50% setahun sebelumnya. Perlu diketahu, perang perdagangan telah mengguncang pasar dan rantai pasokan global serta memaksa perusahaan teknologi untuk memikirkan kembali taktik produksi dan pemasaran. Kuartal Juni yang lesu diperkirakan akan mendorong perusahaan untuk memotong biaya lebih lanjut untuk menopang margin. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 6,2% pada kuartal kedua, laju terlemah dalam setidaknya 27 tahun. "Mengingat ekonomi yang melambat dan pengetatan kredit di China, kita dapat berharap untuk melihat ini tercermin dalam cara yang berbeda," kata analis teknologi yang berbasis di Taipei Sam Reynolds. “Untuk perusahaan yang lebih fokus pada bisnis ke konsumen, ini akan tercermin dalam belanja konsumen yang lebih lambat; untuk lebih banyak perusahaan-ke-bisnis (seperti Baidu) ini akan tercermin dalam lebih sedikit pembelian,” tambahnya.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru