Pengadilan tipikor Jakarta kembali menggelar sidang untuk kasus suap pergantian antar waktu (PAW) dengan terdakwa Saeful, Kamis (23/4). Dalam sidang tersebut, Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I, Riezky Aprilia dihadirkan sebagai saksi. Berikut laporan kontributor Surabaya Pagi Jaka Sutrisna di Jakarta,
Dalam keterangannya di persidangan, Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I, Riezky Aprilia mengaku sempat ditawari uang Rp50 ribu per suara atau total Rp2,22 miliar agar menyerahkan kursinya kepada Harun Masiku.
Adapun orang yang menawari uang tersebut tidak lain adalah kader PDIP Saeful Bahri.
Permintaan mundur kepada Riezky disampaikan langsung oleh politisi PDIP Saeful Bahri. Saeful mendatangi Riezky pada akhir September 2019 di Singapura dan meminta Riezky mundur.
"Yang pasti yang Saeful sampaikan suara saya mau diganti satu suara saya jadi Rp50 ribu. Maksudnya suara saya 44.402, satu suara diganti nominal Rp50 ribu," kata Riezky.
Riezky mengaku tak mengetahui dan tidak mau tahu alasan Saeful memintanya untuk mundur. Riezky menyebut, Saeful sempat mengiminginya uang Rp 50 ribu persuara jika mau diganti oleh Harun Masiku.
Artinya suara Riezky sebanyak 44.402 suara itu akan dikonversi menjadi Rp2,22 miliar.
Dalam dakwaan disebutkan bahwa meski politikus PDIP Nazarudin Kiemas sudah meninggal dunia, namun ia tetap mendapat suara tertinggi di Dapil Sumsel I yaitu 34.276 suara dalam pileg.
Suara Nazarudin itu dialihkan ke suara Riezky, sehingga Riezky mendapat total 44.402 suara dan berhak sebagai anggota DPR RI. Namun pada Juli 2019, rapat pleno PDIP memutuskan Harun Masiku yang hanya mendapat suara 5.878 sebagai caleg pengganti terpilih yang menerima pelimpahan suara dari Nazarudin Kiemas.
"Tapi saya tidak mau karena saya tidak kenal orang ini, saya tidak tahu omongannya benar atau tidak," ujar Riezky.
Pertemuan terjadi karena Rizky sempat dihubungi oleh pengacara PDIP Donny Tri Istiqomah.
"Tanggal 23 September saya dihubungi Donny Tri bahwa dia akan ke Singapura, saya pikir beliau yang datang tapi ternyata yang menemui saya Saeful, saya juga baru kenal dia di sana," ungkap Riezky.
Dalam percakapan selama sekitar 45 menit tersebut, Saeful meminta Riezky mundur dari kursi DPR. Terlebih, DPP PDIP juga telah memutuskan bahwa Harun Masiku yang akan menggantikan Nazaruddin Kiemas. Namun, Riezky bergeming.
"Yang pasti saya sampaikan saya tidak akan mundur karena saya meyakini, saya tidak kenal beliau dan saya yakin tidak ada kaitan dengan partai," kata Riezky.
"Kondisinya berdasarkan aturan undang-undang saya sudah ditetapkan melalui mekanisme. Saya juga tidak tahu dengan beliau ini, saya tidak tahu apa yang dia sampaikan benar atau tidak tapi beliau mengatakan minta saya mundur, di-replacesama Harun," tambahnya.
Editor : Redaksi