SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Dari catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dalam tiga hari terakhir ini ratusan warga Jombang dari luar kota mulai berdatangan.
Nampaknya, larangan pemerintah untuk tidak mudik di tengah pandemi Covid-19 ini tidak diindahkan masyarakat. Mereka yang datang dari luar Jombang masuk kategori orang dengan resiko (ODR).
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno menjelaskan, data ODR ini merupakan orang yang datang dari luar kota masuk ke Jombang. Dan ODR tidak harus pemudik.
"Orang yang datang ke Jombang terus membludak. Kalau melihat data ODR dalam tiga hari terakhir ini, ada 673 orang yang sudah tercatat dalam ODR," jelasnya, saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2020).
Budi menandaskan, ratusan pemudik itu apakah mengabaikan larangan pemerintah atau tidak, pihaknya tidak bisa memastikannya. Yang jelas, pemerintah sudah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik.
"Tapi memang kenyataannya terus berdatangan. Saya tidak bisa menjustifikasi hal itu. Yang jelas, untuk antisipasi penyebaran Covid-19 Pemkab Jombang mewajibkan pemudik di karantina di setiap desa," tandasnya.
Budi mengungkapkan, bahwa orang yang datang ke Jombang tidak dilakukan rapid test. "Rapid test hanya dilakukan kepada orang yang ada gejala atau dicurigai Covid-19," pungkasnya.
Perlu diketahui, jumlah data ODR di Jombang pada Jumat, (24/4) sebanyak 8692. Sedangkan pada Sabtu, (25/6) tercatat sebanyak 8881 orang. Sehingga ada penambahan 225 orang.
Kemudian pada Minggu, (26/4) data ODR di Jombang sebanyak 9149. Ada penambahan sebanyak 268 orang. Pada Senin, (27/4) ODR tercatat ada 9329 orang, sehingga bertambah sebanyak 180 orang.(suf)
Editor : Mariana Setiawati