Diduga terlibat pertengkaran, seorang wanita tergolek bersimbah darah akibat luka robek di bagian kepala. Diduga pelaku adalah sang kakak korban sendiri. Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi Jemmi Purwodianto di Surabaya,
Warga jalan Kemayoran Baru Buntu, Surabaya mendadak heboh. Seorang wanita yang diketahui bernama Rukiyah (52) berlari meminta tolong dalam kondisi berdarah akibat luka robek di bagian kepala akibat senjata tajam jenis pisau.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (29/4) sekitar pukul 14.30 WIB.
Dari data yang didapat dilokasi, korban Rukiyah menjadi korban pembacokan oleh Sulikah (63) yang merupakan kakanya sendiri warga Kemayoran baru buntu 2 RT 001 RW 001 Kelurahan Krembangan selatan Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur.
"Korban dan pelaku ini saudara kandung dan sama-sama tuna wicara. Saat ini korban masih mendapat perawatan di RS Soewandhi," jawab Kapolsek Bubutan, AKP Bambang Prakoso saat dikonfirmasi.
Bambang menjelaskan, dari keterangan keluarganya, Rukiyah dan Lika ini kerap bertengkar. Namun saat kejadian berlangsung, tidak ada yang mengetahui lantaran keduanya merupakan tuna wicara.
"Dari keterangan tetangga korban, tiba-tiba korban ini berlari dan meminta tolong kepada warga Kemayoran Baru Gang 1 dalam kondisi berdarah akibat luka di bagian kepala," tambah Alumni AKPOL Tahun 2007 ini.
Setelah melukai korban, pelaku langsung kabur melarikan diri.
Mendapat laporan tersebut, petugas dari polsek bubutan langsung mendatangi lokasi dan memburu pelaku.
Setelah menyebar, anggota Unit Reskrim Polsek Bubutan akhirnya mengamankan pelaku. Ia diamankan dirumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian di jalan kemayoran baru I Surabaya.
Meski pelaku telah diamankan, namun polisi masih kesulitan untuk mengungkap kasus ini. Pasalnya, korban dan pelaku yang merupakan adik kakak sama-sama tunawicara.
Bambang mengatakan, untuk melakukan proses pemeriksaan dalam kasus ini, pihaknya akan dibantu dengan penerjemah.
"Kami sedikit mengalami kesulitan untuk mengetahui motif atau pemicu penganiayaan itu, karena pelaku dan korban sama-sama tuna wicara. Nanti kami akan minta bantuan penerjemah dari Pemkot Surabaya untuk turut menyelesaikan permasalahan ini," tandas Bambang.(jem)
Editor : Redaksi