SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Dalam rangka penerapan protocol jaga jarak atau physical distancing mencegah penularan virus corona, Jam operasional pasar tradisional di Jawa Timur akan menerapkan sistem ganjil genap.
"Mulai Rabu, ada beberapa pasar yang harus dilakukan berdagang selang seling. Satu toko buka, sebelahnya tutup, sebelahnya lagi buka," kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat dialog daring bersama 100 pemimpin redaksi yang menjadi anggota Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Selasa (5/5/2020) malam.
Baca juga: Hadiri Expo Konstruksi 2026, Khofifah Dorong Sinergi Percepat Pembangunan Infrastruktur Jatim
Nantinya, para pedagang diminta bergantian membuka toko. Misalnya jika hari ini pedagang urutan ganjil yang buka, maka hari berikutnya mereka harus tutup. Sementara yang buka diganti dengan urutan pedagang yang genap.
Baca juga: Program ADEM di Jatim Cetak Puluhan Siswa Papua Tembus PTN
"Hari pertama toko ganjil yang buka, hari kedua toko genap yang buka. Dibikin sistem ganjil genap," imbuhnya.
Selain itu, Khofifah menyebut akan menerapkan format pasar dengan model berjarak. Hal ini mengadopsi pasar yang ada di Vietnam.
Baca juga: Intervensi Harga Pangan, Khofifah Pastikan Stok Aman dan Distribusi Lancar Lewat Pasar Murah
"Ada beberapa pasar dengan format seperti di Vietnam. Kita melakukan exercise agak lama karena memindahkan mereka dari pasar dimana mereka sudah punya bedak (meja) ke jalan raya, tidak sesederhana itu," lanjut Khofifah.
Editor : Moch Ilham