SURABAYAPAGI.com, Beijing - Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 14 kasus baru positif virus Corona (COVID-19) yang dikonfirmasi kemarin. Satu kasus di antaranya berasal dari Wuhan, China.
Dilansir Reuters, Minggu (10/5/2020), kasus di wilayah yang merupakan tempat pertama kalinya virus Corona terdeteksi itu, menjadi kasus pertama sejak 3 April 2020 lalu. Kasus baru tersebut tidak menunjukkan gejala COVID-19.
Baca juga: Tren Covid-19 Naik, Tapi tak Timbulkan Kematian
China sebelumnya resmi menetapkan semua wilayah di negara itu memiliki risiko rendah terhadap COVID-19 pada Kamis (7/5) lalu. Namun, kasus-kasus COVID-19 yang baru pada hari ini memperlihatkan lonjakan angka dari satu digit sebelumnya. Kenaikan kasus paling banyak berasal dari Kota Shulan, Jilin.
Satu kasus baru ini termasuk dalam 14 kasus baru yang dilaporkan Komisi Kesehatan Nasional China, Sabtu (9/5/2020) kemarin.
Sebelumnya China telah resmi menyatakan semua wilayah di negara itu memiliki risiko rendah dari Covid-19, pada Kamis (7/5/2020) lalu.
Baca juga: Covid-19 di Indonesia Naik, Ayo Masker Lagi
Namun kasus baru yang diterbitkan pada hari Minggu menunjukkan lompatan dari angka satu digit yang dilaporkan untuk hari sebelumnya.
Jumlah tertinggi, yakni 11 kasus baru tercatat di kota Shulan, di timur laut provinsi Jilin.
Jilin meningkatkan tingkat risiko di kota Shulan menjadi tinggi dari sedang sebelumnya.
Baca juga: Dokter Paru Mereaksi Jokowi Soal Endemi
Selain dari Klaster Shulan dan Wuhan, dua kasus baru yang dikonfirmasi adalah kasus impor. Dikatakan pula, kasus asimptomatik yang baru ditemukan mencapai 20, tertinggi sejak 1 Mei dan naik dari 15 hari sebelumnya.
Total jumlah kasus virus Corona yang dikonfirmasi di China hingga 9 Mei kemarin mencapai 82.901. Sementara jumlah total kematian akibat virus Corona mencapai 4.633. (dc/reuters/trb/cr-03/dsy)
Editor : Redaksi