SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Seorang lelaki penjual pentol di Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini, memang berbeda dari penjual pentol pada umumnya. Sambil menjajakan dagangan pentolnya, ia juga membawa buku bacaan bagi yang membeli pentolnya.
Lelaki itu adalah Mohammad Lutfan Efendi (29), warga Dusun/Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Lutfan yang masih tinggal serumah dengan mertuanya ini, berjualan pentol keliling sejak tahun 2016.
Baca juga: Serangan Kasus Hama Kresek Naik di Awal Musim Tanam, Petani di Jombang Ketar-ketir
Akan tetapi, Lutfan berjualan pentol sambil membawa buku bacaan itu belum lama. Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, tidak menyurutkan niat Lutfan untuk melakukan hal positif di sela-sela aktivitas berdagangnya.
Lutfan yang sudah menikah dan dikaruniai satu orang putra ini, mendapat ide berjualan pentol sembari membawa buku bacaan dari teman-temannya yang notabene para pegiat literasi.
Setelah mendapat tawaran dan dukungan dari teman-temannya untuk membawa buku bacaan saat berjualan, maka Lutfan meng-iyakan saja. Iya beranggapan, sambil mencari rejeki, juga bermanfaat bagi pelanggannya.
"Saya banyak teman pegiat literasi. Saya berharap apa yang saya lakukan ini bisa membawa manfaat untuk orang lain. Terlebih lagi bisa meningkatkan minat masyarakat, terutama anak-anak untuk membaca buku," ujarnya, kepada jurnalis di rumah mertuanya, Minggu (28/6/2020).
Lutfan setiap harinya, berjualan pentol keliling menggunakan gerobak yang ditaruh di atas jok belakang sepeda motor miliknya ini, mulai pukul 16.00 - 20.30 WIB. Di gerobak pentol itu, disediakan ruang yang cukup untuk menaruh buku bacaan yang ia bawa.
Didepan rumah yang ia tempati bersama anak dan istrinya, Lutfan menyiapkan gerobak pentolnya. Pentol dan makanan pendamping lainnya dimasukkan ke dalam etalase dan panci di gerobaknya.
Usai menata dagangan pentolnya, kemudian ia mengambil buku bacaan yang hendak dibawanya. Kemudian ditaruh dan ditata sedemikian rupa di tempat gerobak pentol yang telah disediakan khusus untuk menaruh buku-buki bacaan itu.
"Saya keliling berjualan mulai sore. Kelilingnya hanya sebatas satu desa saja, gak sampai keluar desa. Ya terkecuali ada tontotan atau event besar diluar, saya baru berjualan keluar," terangnya.
Suami dari Diah Purnawati (24), ini menjelaskan, buku-buku yang dibawa terdiri dari buku bacaan ilmu pengetahuan, komik, novel, dongeng, hingga majalah dan buku tentang kehidupan.
"Para pembeli biasanya langsung mengambil buku yang sudah saya siapkan di tempatnya. Ini gratis, tidak saya pungut biaya sama sekali. Ada juga yang membawa pulang buku ini untuk dibaca di rumah," jelasnya.
Baca juga: Harga Kedelai Naik di Jombang, Pengelola Bisnis Tahu: Biasa Aja, Tidak Berdampak
Menurut keterangan Lutfan, pelanggannya kalau membaca buku lamanya berkisar 5 - 10 menit, lalu ditukar dengan buku yang lain. Dan di titik ia berhenti menjajakan pentolnya, durasi waktu lamanya berbeda-beda.
"Kalau mau tukar dengan buku yang baru, harus mengembalikan buku yang dipinjam sebelumnya. Pelanggan saya kebanyakan anak-anak usia sekolah dasar. Kalau yang remaja biasanya membaca buku novel," terangnya.
Dari kaca mata Lutfan, anak-anak yang belum memegang gadget, antusias membacanya besar sekali. Sedangkan usia remaja yang biasa pegang gadget, antusias untuk membaca buku yang dibawanya, menurun.
"Saat ini buku yang saya bawa, sementara sekitar 60 buah. Lima buku dipinjam dibawa pulang oleh pelanggan saya. Buku-buku ini saya dibantu teman pegiat literasi di Jombang," cetusnya.
Namun lutfan tidak menampik, jika ada yang ingin memberikan buku-buku bacaan bekas yang masih layak pakai diberikan padanya. Selain itu, ia juga mulai menyisihkan sebagian pendapatannya dari berjualan pentol untuk membeli buku.
"Saya pribadi ingin sekali punya buku sendiri, dari hasil saya sendiri, dari jerih payah saya sendiri. Setelah kebutuhan keluarga dan lainnya terpenuhi, saya menyisihkan untuk membeli buku, dan bisa bermanfaat bagi orang lain," tandasnya.
Baca juga: Mitos Situs Sendang Made Jombang, Perpaduan Wisata Sejarah dan Legenda yang Kuat
Lutfan berjualan pentol dengan membawa buku bacaan, ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Ia malah mendapat dukungan dari sang istri, kedua mertua dan orang tuanya. Pasalnya, apa yang dilakukan Lutfan, merupakan hal positif dan berbuat kebaikan bagi orang lain.
Istri Lutfan, Diah Purnawati mengatakan, bahwa suaminya berjualan pentol dengan membawa buku bacaan itu sudah disampaikan kepadanya. Niatnya ingin mengajak anak-anak di desanya untuk giat membaca daripada bermain gadget.
"Alhamdulillah saya merestui dan memberi support. Memang sebelumnya bicara sama saya, kalau mau jualan sambil bawa buku bacaan. Alasannya saat itu gelisah, karena banyak anak-anak yang memegang gadget ketimbang membaca buku," katanya.
Menurut Diah, suaminya membawa buku bacaan sambil berjualan pentol, tidak akan mengganggu dan mengurangi penghasilannya. Karena berdagang dengan berbuat kebaikan, rejeki malah bisa lancar.
"Sehari penghasilan sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Alhamdulillah tidak mengganggu. Hanya saja saat ini tidak sebanyak dulu karena ada pandemi Covid-19 ini," pungkasnya.(suf)
Editor : Redaksi