Serangan Kasus Hama Kresek Naik di Awal Musim Tanam, Petani di Jombang Ketar-ketir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi padi yang terkena wabah hama kresek. SP/ JBG
Kondisi padi yang terkena wabah hama kresek. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menindaklanjuti kewaspadaan terhadap serangan penyakit hama kresek yang saat ini menunjukkan adanya peningkatan kasus yang mulai muncul pada awal musim tanam 2026, mengakibatkan sejumlah petani padi di Kabupaten Jombang ketar-ketir.

“Dari pengecekan di lapangan, gejala penyakit sudah terlihat di beberapa area, terutama pada tanaman yang menggunakan varietas galur yang relatif lebih rentan,” ujar Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Plandaan, Yus Ardi Baskoro, Selasa (02/02/2026).

Diketahui, pada Musim Tanam Padi (MP1) 2026, luas tanam padi di Kecamatan Plandaan mencapai 2.174,73 hektare. Sebagian besar lahan tersebut ditanami benih galur yang belum memiliki sertifikasi resmi.

“Benih jenis ini memang banyak digunakan, namun tingkat ketahanannya terhadap bakteri penyebab kresek cenderung lebih rendah,” katanya.

Selain penyakit kresek, petani di Plandaan masih menghadapi gangguan hama tikus. Dari sisi produksi, sawah beririgasi teknis rata-rata mampu menghasilkan 7–8 ton gabah per hektare, sementara lahan tadah hujan berkisar 6,5–7 ton per hektare. Sehingga, serangan kresek menjadi ancaman serius ketika sudah menyerang daun bendera.

“Daun bendera berperan penting dalam proses pengisian bulir. Jika fungsinya terganggu, hasil panen dapat menurun secara signifikan. Petani diharapkan segera berkoordinasi dengan penyuluh apabila menemukan gejala serupa, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tidak meluas,” ungkap Yus Ardi.

Sementara itu, untuk saat ini, pihaknya gencar menekan penyebaran penyakit, dengan melakukan penyuluh menyarankan petani menggunakan benih bersertifikat sesuai rekomendasi wilayah serta melakukan penyemprotan fungisida secara intensif pada tanaman yang terindikasi terserang. jb-01/dsy

Berita Terbaru

Dipicu Harga Cabai Rawit Anjlok, Kota Malang Alami Deflasi 1,10 Persen per Januari 2026

Dipicu Harga Cabai Rawit Anjlok, Kota Malang Alami Deflasi 1,10 Persen per Januari 2026

Selasa, 03 Feb 2026 11:26 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang melaporkan mengalami deflasi -0,10% pada Januari 2026 yang dipicu utamanya penurunan harga…

Diduga Lupa Panggang Kayu Bakar di Tungku, Rumah Terbakar, Kerugian Capai Rp70 Juta

Diduga Lupa Panggang Kayu Bakar di Tungku, Rumah Terbakar, Kerugian Capai Rp70 Juta

Selasa, 03 Feb 2026 10:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 10:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga Desa Sumberagung  Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, semalam Senen 2 Februari 2026 di kejutkan teriakan Pamuji 29 dari …

Per Januari, Disnakkan Vaksinasi Massal Puluhan Sapi yang Terinfeksi PMK di Trenggalek

Per Januari, Disnakkan Vaksinasi Massal Puluhan Sapi yang Terinfeksi PMK di Trenggalek

Selasa, 03 Feb 2026 10:37 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 10:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek melaporkan hingga sepanjang Desember 2025 hingga Januari 2026, terdapat…

Lewat Kemitraan, Bulog Bojonegoro Komitmen Perkuat Peran KDMP

Lewat Kemitraan, Bulog Bojonegoro Komitmen Perkuat Peran KDMP

Selasa, 03 Feb 2026 10:26 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 10:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Melalui kemitraan penyediaan kebutuhan bahan pokok yang nantinya dijual kepada masyarakat, Perum Bulog Sub Divre Bojonegoro,…

Di Tengah Wacana Pengangkatan Staf SPPG Jadi PPPK, Guru SD di Madiun Hanya Digaji Rp250 Ribu Per Bulan

Di Tengah Wacana Pengangkatan Staf SPPG Jadi PPPK, Guru SD di Madiun Hanya Digaji Rp250 Ribu Per Bulan

Senin, 02 Feb 2026 20:49 WIB

Senin, 02 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun – Di tengah rencana pemerintah pusat mengangkat puluhan ribu pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai P…

Prabowo Akui BUMN Pernah Dipimpin Akal-akalan

Prabowo Akui BUMN Pernah Dipimpin Akal-akalan

Senin, 02 Feb 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Feb 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut ada dana besar dulunya disebar ke seribu perusahaan BUMN. Ini ia menyinggung para pemimpin BUMN…