SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Lima anak yatim tinggal sendiri di rumahnya. Pasalnya, ibunya harus menjalani isolasi di STIKES Pemkab Jombang, Jawa Timur, lantaran terconfirm positif Covid-19.
Zulfadli Mursidah (37), sedang menjalani isolasi di STIKES Pemkab Jombang sejak 15 Juni 2020 lalu karena positif Covid-19. Sedangkan ayahnya Abdul Kadir, sudah meninggal dunia 8 bulan lalu.
Baca juga: Serangan Kasus Hama Kresek Naik di Awal Musim Tanam, Petani di Jombang Ketar-ketir
Sedangkan lima anaknya tinggal dirumah dan dirawat oleh saudaranya. Anak pertama berusia 17 tahun, kedua 12 rahun, ketiga 10 tahun, keempat 5 tahun, dan kelima 2 tahun. Kelima anak yatim itu, semuanya laki-laki.
Untuk itu, Dinas Sosial Kabupaten Jombang dengan tim Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kemensos RI, TKSK, BPD dan Pemdes Kepuh Kembeng mengunjungi dan bersilaturahmi ke rumah Mursidah.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Jombamg, M. Saleh mengatakan, bahwa kunjungan ini bersilaturahmi, dan untuk melakukan verifikasi detail kepada keluarga yang bersangkutan.
"Kami bersama tim Sakti Peksos mencoba masuk pada aspek psikologi sosialnya. Bagaimana keseharian anak-anak ini bermain, belajar dan sebagainya, kita akan lakukan trauma healing," katanya, kepada jurnalis, Minggu (19/7/2020).
Saleh menegaskan, pihaknya akan melakukan pendampingan sosial, khususnya terkait dengan bagaimana aspek sosial ekonomi kepada anak-anak dan keluarga yang ada disini semua.
Kemudian, terkait bantuan yang disalurkan kepada keluarga tersebut, menurut Saleh, bahwa bantuan yang masuk di keluarga ini sebenarnya sudah cukup banyak. Dari pemkab tercatat mendapatkan bansos dari APBD Kabupaten Jombang.
"Dan tahap 3 ini Insya Allah dicairkan. Kemudian dari yang lainnya, kami mencoba mengusulkan kembali terkait bansos untuk pasien dari keluarga yang terconfirm positif Covid-19 ini," ujarnya.
Baca juga: Harga Kedelai Naik di Jombang, Pengelola Bisnis Tahu: Biasa Aja, Tidak Berdampak
Saleh menjelaskan, partisipasi csr, partisipaai seluruh bantuan yang ada di masyarakat berdasar atas perbup 34, semua sumber pendanaan bisa didapatkan dari gotong-royong warga masyarakat disini.
"Ada desa tangguh, dapur umum dan keluarga-keluarga lainnya ikut membantu. Keluarganya tidak dikucilkan, semuanya lingkungan sosialnya sangat membantu," jelasnya.
Terkait bantuan nanti yang bersifat stimulus, setelah lepas dari bansos APBD, pihaknya tetap akan melakukan verifikasi ulang lagi.
"Kita akan lakukan verifikasi ulang lagi untuk mendapatkan bantuan yang Rp 1 juta ini. Sehingga nantinya tidak terjadi dobel bantuan," tukasnya.
Baca juga: Mitos Situs Sendang Made Jombang, Perpaduan Wisata Sejarah dan Legenda yang Kuat
Sementara itu, adik kandung Zulfadli Mursidah, yaitu Listi Nur Khofifah mengungkapkan, bahwa bantuan sejauh ini yang diterima oleh lima anak-anak ini, mulai dari bahan pangan sampai materi sudah terpenuhi semuanya.
"Sudah lebih dari cukup untuk semuanya ini. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas datangnya bapak-bapak dari dinas sosial dan teman-teman yang lain juga," ungkapnya.
Listi menerangkan, jika bantuan yang diperoleh yakni dari desa, kabupaten. Dan semuanya sudah dia terima. "Sedangkan khusus untuk bantuan Covid-19 masih proses," pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Kadinsos menyerahkan dua paket bingkisan sembako kepada anak-anak dari Zulfadli Mursidah.(suf)
Editor : Redaksi