SURABAYAPAGI, Surabaya – Pembelajaran sistem daring (Dalam Jaringan) di era pandemi ini menjadi pilihan bagi setiap siswa yang masih mengeyam dunia pendidikan dengan memanfaatkan layanan internet. Namun secara global hampir dirasakan oleh kalangan menengah ke bawah belum bisa menjangkau untuk proses kegiatan belajar online dikarenakan kesulitan untuk memenuhi kuota setiap hari – hari.
Masjid yang biasanya diperuntukkan ibadah, lantas pihaknya mencoba berpikir bagaimana, anak-anak bisa tetap semangat belajar online. Maka dari itu mengajak belajar di masjid dengan biaya wifi gratis. Hal ini diinisiasi oleh sekretaris masjid untuk menjawab kebutuhan belajar.
Sekretaris Takmir Masjid At-Taqwa, Ach Zaniul Arifin mengatakan, upaya yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan anak – anak sekolah dengan pembelajaran online di masa pandemi.
"Karena melihat kondisi pandemi Covid-19 ini, kita memberikan fasilitas wifi secara gratis bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan untuk belajar daring dengan proses pembelajaran di dalam masjid. Apalagi untuk proses belajar online di lakukan di warkop dirasa kurang pas, lebih fokus di masjid" kata Arifin saat ditemui di Masjid At-Taqwa, Bangunsari, Kecamatan Krembangan, Selasa (18/8/2020).
Untuk membantu anak belajar secara daring, katanya, sekertaris masjid berinisiatif memasang WiFi untuk anak-anak belajar online.
“Memang untuk belajar online juga tidak ada batasannya untuk belajar di masjid At – Taqwa, berapapun anak yang ingin memakai wifi dibebaskan dengan menggunakan secara sebaik – baiknya. Selain itu bagi anak – anak sekolah yang non-muslim pun diperbolehkan untuk menggunakan,”tuturnya.
Siswa SD, SMP hingga SMA yang menggunakan pembelajaran online di masjid. Mereka memanfaatkan WiFi gratis yang disediakan masjid untuk belajar daring di tengah pandemi Covid-19.
Lazuardi Yusuf Asy'ari yang merupakan siswa SMA 2 Surabaya kelas 1 yang memanfaatkan wifi saat belajar mengatakan dengan adanya wifi gratis di dekat masjid sangat membantu untuk belajar khususnya yang tidak memiliki paket internet.
Selain itu, saya lebih bisa mengerjakan tugas maksimal. dan materi yang diberikan guru lewat daring juga bisa kami ikuti tanpa memikirkan kendala kuota,"pungkasnya. Pat
Editor : Mariana Setiawati