SURABAYAPAGI.com, Jombang - Di dalam sebuah rumah yang sederhana, ada sebuah aktivitas yang dilakukan oleh para pemuda. Mereka sedang fokus mengerjakan sesuatu yang terlihat unik.
Rumah yang di depannya ada sebuah warung ini, terletak di Dusun Ngrandu, Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Yang mana terdapat aktivitas pembuatan dompet.
Baca juga: Bulog Pastikan Stok dan Harga Beras SPHP di Jombang Aman dan Stabil Jelang Lebaran 2026
Nampak empat orang pria sedang sibuk. Ada yang sedang menggambar, ada yang sedang memotong lembaran kulit, serta ada juga yang sibuk menjahit. “Ini proses produksi dompet. Kami biasa menyebut dompet tato,” ujar Santos (28), pemilik bengkel dompet, Sabtu (29/8/2020).
Santos mengatakan, bahwa usaha pembuatan dompet tato ini sudah berjalan sejak tiga tahun lalu. Produknya semua dikerjakan tangan. Dan alat-alatnya pun serba manual.
"Sepertii plong untuk melubangi dan lain sebagainya. Kita juga bagi tugas. Sebelum membuat dompet tato, kami juga pernah membuat tas. Namun seiring berjalannya waktu, muncul ide membuat dompet tato," katanya.
Santos mengungkapkan, bahan yang digunakan yakni dari kulit sapi dari Magetan. Untuk yang polosan, bahannya limbah kulit dari salah satu perusahaan yang belum terkena bahan pewarna kimia.
Baca juga: 31 Santri di Jombang Diduga Keracunan Telur Asin dari MBG
"Dalam proses pembuatan dompet tato, diawali dengan memotong bahan menjadi persegi dengan berbagai ukuran. Ada dua ukuran dompet yang biasa digunakan. Ada yang model panjang, ada juga yang model pendek kecil,” ungkapnya.
Kemudian, lanjut Santos, proses berlanjut pada penggambaran. Nah dalam proses ini, pihaknya menggunakan metode tato layaknya kulit manusia. Ini yang membuat domoet buatannya berbeda dari lainnya.
“Gambar pola dulu pakai sket bolpoint, kemudian baru digambar dengan jarum. Untuk motif sesuai dengan pesanan. Mulai dari tokoh musik, tokoh nasional, motor, wajah orang hingga sejumlah gambar etnik lainnya," paparnya.
Baca juga: Sejumlah Bangunan di Jombang Rusak, Diterjang Fenomena Hujan Es dan Angin Kencang
Selama 3 tahun berjalan, pembuatan dompet tato ini, hasil produksinya sudah terjual ke toko oleh-oleh di sejumlah kota, dengan dominasi kota-kota luar jawa.
“Yang selalu ada pesanan itu dari Kalimantan sama Bali. Kalau untuk dua daerah itu motifnya juga kita buat beda, menyesuaikan adat masing-masing,” cetusnya.
Meski dikerjakan manual, dalam sehari Santos dan empat rekannya mampu membuat 10 hingga 15 dompet tato. “Harga mulai dari Rp 100 ribu - Rp 300 ribu. Sesuai tingkat kesulitan pembuatan,” pungkasnya. suf4
Editor : Redaksi