SURABAYAPAGI.com, Malang - Di masa pandemi Covid-19 tingkat layanan kesehatan merupakan bagian terpenting untuk diperhatikan dengan baik. Usaha tersebut untuk meminimalkan penyebaran virus pada para tenaga kesehatan (nakes)
Karenanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengambil langkah masif untuk menekan penyebaran virus dengan rutin melakukan sterilisasi di lingkungan layanan kesehatan.
Baca juga: Sesuai Raperda, Kota Malang Tetapkan Tata Kelola Parkir Gunakan Skema Bagi Hasil
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan penyemprotan dengan disinfektan dilakukan secara berkala dan bergilir ke UPT (Unit Pelaksana Teknis) binaan yakni di semua Puskesmas hingga RSUD Kota Malang.
"Memang kalau penyemprotan semacam ini dilakukan secara berkala," ujarnya.
Baca juga: Terkendala Masalah Teknis, Truk Sampah Keropos di Kota Malang Tetap Beroperasi - Berceceran di Jalan
Langkah ini dilakukan, sebagai upaya untuk tetap memberikan rasa aman dan nyaman khususnya bagi petugas medis di layanan Kesehatan dan juga bagi pengunjung yang mengakses fasilitas kesehatan agar tetap merasa aman.
"Prinsip Puskesmas mengadakan desinfeksi dan dekontaminasi adalah untuk memberi rasa aman dan nyaman baik itu kepada petugas dan masyarakat yang memeriksakan diri ke layanan kesehatan," imbuhnya.
Baca juga: Bulan Ramadhan 2026 Jadi Berkah Cuan Pengusaha Kue Kering di Kota Malang
Selain dilakukan sterilisasi tempat, Dinkes Kota Malang juga secara rutin melakukan skrining bagi para nakes. Hal ini untuk pemantauan kondisi bagi petugas medis, mengingat banyak dari mereka yang bersinggungan dengan pasien Covid-19.
"Iya, paling tidak 2 bulan sekali ya. Terutama Nakes yang ada di Puskesmas, di RSUD, Labkesda itu rutin. Rutin skrining baik dari rapid test anti bodi, skrining dari rapid test anti gen maupun swab. Ini untuk pemantauan kondisi daripada Nakes itu sendiri," tandasnya. Dsy12
Editor : Redaksi