SURABAYAPAGI, Sumenep - Pemerintah Desa Glugur Kecamatan Batuan Kab. Sumenep menggelar kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas Aparatur Desa Tahun 2020, bertempat di Balai Desa Glugur, Dusun Glugur tengah Kecamatan Batuan Kab Sumenep, Selasa (01/09/2020).
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Desa Glugur Misnal, dalam sambutannya Misnal mengatakan pihak BPD dan Bumdes, juga perangkat Desa setelah mengikuti pelatihan kerja perangkat bisa mengikuti alur pemerintah kabupaten secara benar, sebab peningkatan kinerja aparatur desa perlu terus ditingkatkan mengingat banyaknya anggaran yang diperuntukkan untuk desa.
Baca juga: Pasien Asal Rubaru Apresiasi Pelayanan RSUD Moh Anwar Sumenep
Selain itu pihaknya mengatakan kepada perangkat agar dalam kepemimpinan dirinya dalam menjabat kepala Desa untuk terus dilakukan evaluasi terhadap dirinya. Artinya, Misnal meminta aparat untuk tidak sungkan menegur dirinya bila kedapatan bersalah “Sebab jika dibiarkan akan berdampak kepada resiko yang lebih besar lagi,” tegasnya.
" Makanya saya berpesan supaya saya bisa mengoreksi diri, mana yang harus saya kerjakan dan yang tidak semestinya dikerjakan, tentunya untuk mensejahterakan masyarakat utamanya desa Glugur, makanya saya ingin di tegur bila saya salah, ” kilahnya.
Bahkan lanjut Misnal, dirinya merasa sangat berterima kasih kepada BPD karena telah mendampingi selama menjabat sebagai kepala desa terlebih saat turun ke masyarakat untuk memaksimalkan kerja di lapangan.
Baca juga: Publik Ingin Tahu, Pemilik CV. Jatim Wangi Merajai di Kab. Sumenep
Sementara Camat Batuan yang diwakili Kasi Pemerintahan Kecamatan Batuan Ruaidah, mengatakan pelatihan yang diselenggarakan dari Dinas pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kab Sumenep untuk mensinergikan diantara para pemangku kepentingan di desa khususnya kepala desa dan BPD.
"Kami meyakini apabila BPD dan Kepala Desa terjalin komunikasi yang baik, maka resiko terjadinya komplik kecil kemungkinan terjadi, nah untuk itu yang harus dipahami oleh perangkat adalah peran dan kewenangan masing-masing dalam memanejemen pemerintahan desa, artinya tidak boleh melampaui kewenangan pihak lainnya,” urainya kepada Surabaya pagi .Selasa (01/09).
Selain itu, sambung Ida sapaan akrabnya, penyelenggaraan pemerintahan desa yang terpenting adalah bagaimana pemerintah desa mampu meningkatkan kesejahteraan desa dan mampu meningkatkan daya saing desanya, makanya penting dilakukan pelatihan setiap kepala desa dan BPD agar dapat meningkatkan manajemen pemerintahan desa.
Baca juga: Proyek di Sumenep, Diduga Salah Sasaran, CV. Jatim Wangi Diminta Bertanggungjawab
“Saat ini Desa dituntut untuk mampu mengelola anggaran yang cukup besar sehingga kades dan perangkat desa harus paham regulasi yang berlaku dalam pelaksanaan pembangunan,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung selama 1 hari dengan narasumber dari DPMD Kab Sumenep dan Kasi pemerintahan camat Batuan Kab Sumenep kegiatan dihadiri porkofimda dan sejumlah perwakilan dari masing-masing kepala perangkat Daerah (PD) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Badan usaha milik Desa (Bumdes) dan perangkat lainnya. Ar
Editor : Mariana Setiawati