Mahasiswi UK Petra Sabet Juara Surabaya Fashion Designer Award 2020

surabayapagi.com
Auke Kurnia Septianingrum Azalya. SP/BYTA

SURABAYAPAGI, Surabaya - Bermula dari kegemarannya bermain game abad pertengahan, Auke Kurnia Septianingrum Azalya kemudian terinspirasi membuat desain baju bernuansa Indonesia Heritage dengan judul Sustainable Dysto-Tenun War.

Mahasiswi Program Studi Desain Fashion dan Tekstil (DFT) UK Petra baru saja berhasil mendapat juara 5 dalam Surabaya Fashion Designer Award 2020 yang digelar di Chameleon Hall Tunjungan Plaza 6, Surabaya. Hal ini merupakan rangkaian agenda tahunan Surabaya Fashion Parade (SFP) ke-13.

Baca juga: Mahasiswa dari Dua Negara Rancang Struktur Bambu Kinetik Berbasis Teknologi AR di Surabaya

"Saya mencoba pakaian dari game itu di crossover kan dengan kain tekstil tenun yang berasal dari NTT," ungkapnya.
Dari desain fashion yang yang dibuat, Auke memunculkan sisi etnik dari Indonesia dengan memadukan kain tenun NTT dan beberapa Mbah tekstil yang tidak ia gunakan.

IMG-20200903-WA0015

Baca juga: Tiga Tahun Berturut, PCU Pertahankan Predikat Kampus Swasta Terbaik se-Jatim Versi QS WUR 2026

Uniknya selain menggunakan teknik creative fabric atau anyaman, Auke menambahkan unsur sustainable.
Mahasiswi angkatan 2019 tersebut, sangat senang bisa mengikuti kompetisi hingga memperoleh gelar juara, sebab ia bisa mendapatkan sumber inspirasi dari peserta lain.

"Saya membutuhkan waktu desain kurang lebih dua minggu kemudian proses penjahitannya memakan waktu kurang lebih 1 bulan. Pembagian waktu dan sempat berubah ide lah yang menjadi kendala ku," terangnya.
Desain baju yang kemudian di tuangkan dalam bentuk pakaian tersebut dapat digunakan dalam acara formal, serta digunakan untuk pesta.

Baca juga: Gathering Paling Ditunggu! Champion Camp J99Corp Beri Hadiah Umroh, Mobil hingga Rumah!

”Syal yang saya pakai bekas, tak hanya itu kain tenunnya merupakan bekas taplak meja. Ditambah lagi outer kain hitam yang saya pakai merupakan baju yang dulu tidak jadi saya gunakan. Sehingga saya bisa mengurangi sampah tekstil," pungkasnya. Byt

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru