Mahasiswa dari Dua Negara Rancang Struktur Bambu Kinetik Berbasis Teknologi AR di Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Sebanyak 28 mahasiswa dari empat universitas lintas negara terlibat dalam eksplorasi arsitektur bambu dalam program Bamboo Nation 2025: Kinetic Bamboo Structure 2.0 yang berlangsung di Surabaya, 4–10 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran kolaboratif untuk merancang struktur bambu yang mampu bergerak (kinetik) dan beradaptasi terhadap lingkungan, dengan dukungan teknologi Augmented Reality (AR).

Program ini merupakan kerja sama antara Petra Christian University (PCU), Universitas Ciputra, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), dan Xi'an Jiaotong-Liverpool University, dan merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah digagas UNPAR sejak 2014. Tahun ini, PCU dan Universitas Ciputra bertindak sebagai tuan rumah pelaksanaan.

“Di program ini, para peserta akan fokus belajar pada praktik dan eksplorasi dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip desain kinetik ke dalam konstruksi bambu,” terang Esti Asih Nurdiah, S.T., M.T., Ph.D., dosen Arsitektur PCU sekaligus penanggung jawab acara, Kamis(07/08/2025).

Salah satu momen paling menarik terjadi pada hari keempat, 7 Agustus 2025, ketika para peserta membangun struktur bambu kinetik di Kampus PCU. Struktur tersebut dirancang menggunakan mekanisme Scissor-Like Element (SLE), membentuk cangkang silindris yang dapat dibuka dan ditutup. Proyek ini memiliki bentang mencapai 4,3 meter dan panjang hingga 10 meter.

“Desain bangunan yang dibuat itu bisa bergerak dengan menggunakan mekanisme SLE (Scissor-Like Element). Modelnya berbentuk cangkang silindrikal, yang memungkinkan untuk dapat dibuka dan ditutup,” jelas Esti.

Tidak hanya mengandalkan keahlian manual, mahasiswa juga memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) dalam proses fabrikasi. Teknologi ini digunakan untuk membantu proses penandaan dan penyusunan komponen bambu sebelum dirakit menjadi struktur utuh.

“Secara konvensional/manual kita membutuhkan cetakan untuk bentuk-bentuk yang sulit. Dengan AR, model digital dipakai sebagai cetakan untuk pembangunan. Jadi AR dipakai pada tahap fabrikasi, yaitu tahap marking and coding batang bambu sebelum dirakit ke struktur yang utuh,” lanjut Esti yang juga aktif melakukan riset tentang bambu sebagai material bangunan.

Workshop ini merupakan hasil kolaborasi riset lintas kampus, menggabungkan berbagai disiplin seperti sistem mekanika, desain komputasi, optimisasi, perancangan sambungan, hingga penerapan teknologi digital. Esti menambahkan bahwa pendekatan eksperimen dalam proyek ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa dalam memahami bambu sebagai material arsitektural modern.

“Workshop ini memberi kesempatan bagi peserta untuk bereksperimen dengan penggunaan bambu sebagai material struktur. Mereka juga belajar tentang prinsip-prinsip kinetik di dunia arsitektur. Pekerjaan eksperimental dalam sambungan dan fabrikasi bambu ini menjadi jembatan antara kerajinan tangan tradisional dan inovasi, menggabungkan bambu yang bersumber secara lokal dengan pendekatan desain modern,” pungkasnya. Ad

Berita Terbaru

Marhaenisme dan Relevansi Pemikiran Bung Karno

Marhaenisme dan Relevansi Pemikiran Bung Karno

Selasa, 18 Agu 2026 22:49 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 22:49 WIB

Oleh Deni Wicaksono Ketua Persatuan Alumni GMNI Jawa Timur…

KEI Dorong Kelompok Rentan Pagerungan Besar Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

KEI Dorong Kelompok Rentan Pagerungan Besar Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Selasa, 18 Agu 2026 22:11 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI, Sumenep - SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama Pemuda Karang Taruna Laskar Obor menggelar pelatihan daur ulang sampah non-B3 bagi…

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Upaya melestarikan seni dan budaya tradisional terus dilakukan PT Petrokimia Gresik (Persero). Di tengah pesatnya perkembangan z…

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Magetan – Proses pergantian pimpinan DPRD Kabupaten Magetan kembali menjadi perhatian. Kali ini, publik meminta dokumen dan rekaman Rapat Par…

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk kembali memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) setelah meraih dua penghargaan dalam A…

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini, harga komoditas gabah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sedang berada di level tinggi. Gabah kering giling (GKG)…