SURABAYAPAGI, Surabaya - Aksi demo #tolakomnibuslaw yang juga terjadi di Kota Surabaya diwarnai insiden lempar-lempar di Gedung DPRD Kota Surabaya, pada Kamis (08/10/20).
Pengamanan Dalam atau Pamdal sebelumnya telah sigap melakukan pengamanan dengan menutup akses keluar/masuk dari Gedung DPRD Kota Surabaya.
Baca juga: Keracunan Massal MBG, 200 Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Pusing hingga Mual
Dari pantauan Surabayapagi.com di lapangan, sekitar pukul 13.21 WIB siang tadi aksi massa yang berkumpul di Grahadi berjalan menuju DPRD Kota Surabaya dengan menyanyikan umpatan maupun kata-kata kasar hingga melempari beberapa air mineral Gedung DPRD dan juga mengenai mobil Ketua DPRD Kota Surabaya.
Beberapa staf dari DPRD Kota Surabaya juga terkena lemparan tersebut, namun enggan untuk memberikan keterangan.
Tidak terdapat luka yang serius pada para staf dan Pamdal, namun para staf yang lain lebih memprihatinkan kondisi mobil Ketua DPRD Kota Surabaya, yaitu Adi Sutarwijono.
Terlihat kondisi mobil orang nomor satu di DPRD Kota tersebut tidak terdapat lecet, namun sekitar pukul 13.44 WIB massa aksi kembali mundur ke arah Gedung Grahadi Surabaya.
Baca juga: Dana Pusat Belum Cair, Operasional 24 SPPG di Surabaya Terpaksa Berhenti Sementara
Beberapa aksi demo juga memasang spanduk di depan gedung DPRD Kota Surabaya sebagai salah satu buntut kekecewaan para aksi demo.
Salah satu aksi demo yang tidak ingin disebut namanya mengaku bila dirinya rela harus bertempur agar tuntutan dapat dipenuhi.
Baca juga: Resmi Jadi Sekretaris Komisi A DPDR Surabaya, Anas Karno Perkuat Pengawasan, Legislasi dan Anggaran
"Pokoknya kudu tempur, harus. Kami kembali ke Grahadi lanjut aksi. Pokoknya tutuntan kami harus dipenuhi," tutupnya singkat
Sekitar pukul 13.55 WIB siang tadi para aksi demo mengejar seseorang yang membawa bendera anarki namun tidak terjadi ricuh sebab langsung diamankan oleh pihak kepolisian.Byt
Editor : Mariana Setiawati