Diduga Dimarahi Guru, Siswa MTs Kediri Alami Depresi

surabayapagi.com
Orangtua Faiz menunjukkan hasil CT scan anaknya. SP/Can

 

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Seorang siswa MTs di Kabupaten Kediri mengalami depresi mental setelah diduga dimarahi gurunya di sekolah. Mohamad Hadi Maskur Faizul Umam (13) siswa kelas 8 di MTs di Kabupaten Kediri saat ini kondisinya lemah hanya bisa terbaring di rumahnya.

Baca juga: Pemilu Usai, Belum Ada Caleg yang Masuk RSJ Menur

Mahmudi, orang tua korban menjelaskan kronologi penyebab putranya mengalami depresi. Pada 18 November lalu, saat putranya awal masuk sekolah ditanya tentang pekerjaan rumah (PR) oleh gurunya. Karena belum mengerjakan tugas sekolah, Faiz akhirnya ditegur dan dimarahi oleh gurunya di hadapan seluruh teman kelasnya. 

"Sepulang sekolah Faiz langsung meminta untuk pindah sekolah. Dia tidak mau sekolah disitu lagi karena malu. Terus saya tanya kenapa? Katanya malu karena sudah dimarahi gurunya dengan perkataan kasar di hadapan teman-temannya," akunya.

"Gurunya bilang Faiz kamu sudah tidak niat sekolah. Bapakmu, ibukmu wes ora ngurus awakmu, mbakmu yo senengane kluyuran," ujar Mahmudi menirukan perkataan guru yang memarahi putra bungsunya, Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Warga Magetan Digegerkan Temuan Mayat Pemuda di Gorong-gorong: Diduga Depresi

Sehari usai dimarahi, kondisi Faiz langsung drop. Malamnya Faiz tiba-tiba pingsan. Awalnya, Mahmudi tidak berpikir jika anaknya mengalami gangguan otak. Ia masih berusaha merawat putranya di rumah. Namun, kejadian itu berulang kembali. Faiz kembali pingsan dan saat sadar meronta seperti orang terkena gangguan mental. 

Khawatir terjadi hal buruk, Mahmudi lantas membawa putranya ke RSUD SLG, Kabupaten Kediri untuk mendapat perawatan. Saat di rumah sakit putranya didiagnosa oleh dokter mengalami radang otak. Kondisi tersebut membuat Faiz harus dirawat inap selama 18 hari. 

Baca juga: Alami Depresi, Ibu Rumah Tangga Ceburkan Diri ke Sungai Brantas

"Dari hasil CT Scan menyebutkan sudah mengalami radang otak. Karena kondisinya semakin parah, sempat harus dirujuk ke rumah sakit Surabaya atau Malang. Namun saat ini rumah sakit sedang penuh akhirnya harus dirawat di rumah," jelas Mahmud orang tua korban.

Mahmudi ingin putranya segera mendapat pertolongan pihak terkait. Ia berharap kondisi putra bungsunya yang masih berumur 13 tahun itu bisa segera pulih dan kembali melanjutkan sekolah. Can

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru