SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Klenteng Hong San Koo Tee atau yang dikenal penduduk setempat Kelenteng Cokro di Jalan Cokroaminoto No.12, dalam pelaksanaan Tahun Baru Imlek 2572 pada Jumat (12/2/2021) mendatang mengutamakan pencegahan Covid-19. Meski terlihat banyak ornamen khas China dan Tionghoa yang menghiasi Klenteng telah diperbarui. Puluhan lilin besar terpajang jelas sepanjang pintu masuk ke tempat persembahyangan. Bukan hanya itu, beberapa lampion baru terpajang di bagian atas Klenteng serta lilin kecil berwarna merah menghiasi Klenteng Hong San Koo Tee.
Baca juga: Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli
Namun, Imlek tahun Kerbau Logam ini hanya berjalan dengan sembahyang tanpa ada tradisi acara-acara besar, seperti pesta Barongsai, Ciswak dan Dewa Rejeki. Hal ini diungkapkan oleh Pengurus Klenteng Hong San Koo Tee, Sudiman. “Untuk umat sembahyang masih ada seperti biasanya, semua acara ditiadakan. Kita tetap membatasi umat yang berdoa saat perayaan Tahun Baru Imlek,”ucapnya saat ditemui Surabaya Pagi di Kelenteng Cokro, Minggu (31/1/2021).
Ia menambahkan sembahyang bagi para pengunjung yang ingin berdoa, akan dilakukan secara ketat dengan protokol kesehatan. “Hanya sembahyang saja. Karena masih pandemi, takut mengundang orang berkerumun. Nanti kita ditegur,” tambahnya.
Baca juga: Klenteng Hong Tiek Hian, Mulai Ramai Pengunjung Mohon Keberuntungan
Selain itu, Klenteng Hong San Koo Tee meniadakan sembahyang bersama malam Tahun Baru Imlek hingga tengah malam, karena terbentur adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) . “Biasanya khan malam Tahun Baru Imlek identik dengan kegembiraan dan suka cita. Ditambah dengan berdoa bersama sampai tengah malam pukul 00:00 WIB. Nah, karena mesih PPKM, nanti hanya di batasi sampai pukul 19:00 WIB saja,”ungkap Sudiman.
Sementara itu, Klenteng Pak Kik Bio Hian Thian Siang Tee di Jagalan Surabaya, kali ini perayaannya tidak bisa meriah di masa pandemic Covid-19. “Perayaan Tahun Baru Imlek tidak dirayakan meriah, lebih banyak berdoa bagi masyarakat dan Indonesia karena perayaan Nasional, semoga diberi satu kekuatan untuk menghadapi masa pandemi,”ungkap Nanang Wurjanto, Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia, Minggu (31/1/2021).
Baca juga: Demo Buruh PT Pakerin di LPS Surabaya, Pakuwon Dorong Penyelesaian Lewat Dialog
Perayaan Imlek juga menerapkan pembatasan baik umat yang sembahyang maupun berdoa bersama pada malam Tahun Baru Imlek dengan batas operasional waktu pukul 21:00 WIB. Hal ini berbeda dengan klenteng Hong San Koo Tee, yang hanya membatasi hingga pukkel 19:00 WIB. “Apalagi masih PPKM, nanti kita batasi sampai jam 21:00 malam. Jadi sekali lagi mohon maaf, umatnya tidak bisa bebas karena problem pandemi,” imbuhnya.
Selain itu, persiapan yang telah dilakukan dengan membersihkan tempat ibadah, memasang lampion, dan membersihkan Rupang Dewa sebelum Tahun Baru Imlek tiba. Beberapa lampion baru terpajang di bagian atas Klenteng serta lilin kecil berwarna merah menghiasi Kelenteng Pak Kik Bio Hian Thian Siang Tee. pat/cr2/ril
Editor : Moch Ilham