ASN PPL Miliki Kepedulian pada Masyarakat Sumenep

surabayapagi.com
Salah satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) ASN di Sumenep,  Ir Budi S. SP/AR

SURABAYAPAGI,Sumenep - Salah satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) ASN di Sumenep,  Ir Budi S mempunyai harapan dan kepedulian tinggi terhadap orang lain terutama pada anak yang putus sekolah atau orang tua kurang mampu agar anaknya bisa meneruskan sekolahnya ke tingkat yang lebih atas sekaligus bisa kuliah.

Agar harapan itu terwujud Budi menerapkan metode dengan mencarikan dana yang kerjasama lewat investor lokal sekaligus dengan beberapa pondok pesantren yang mumpuni di kecamatan masing-masing dan apalagi pondok pesantren yang punya lahan tani cukup luas .

Baca juga: Pasien Asal Rubaru Apresiasi Pelayanan RSUD Moh Anwar Sumenep

Melalui Surabaya Pagi, Budi meminta tolong agar dicarikan anak-anak yang putus sekolah dikarenakan orang tua tidak mampu melanjutkan disebabkan biaya hidup tidak cukup apalagi di tengah pandemi Covid-19. 

“Yang jelas group atau team serta beberapa donatur yang bergabung dengan saya pasti siap membantunya sampai lulus sekolah, dijamin pasti bekerja dan tidak nganggur,” ungkapnya pada wartawan Surabaya Pagi di halaman kantor pertanian Jumat (05/04).

Baca juga: Publik Ingin Tahu, Pemilik CV. Jatim Wangi Merajai di Kab. Sumenep

 “Ini sebuah catatan untuk kita berpikir tentang kepedulian pada orang lain,”imbuhnya  . 

Dalam hidup perlu perjuangan, tak lain anak yang mau bersekolah metode daring.”Anak yang saya bina itu tetap di rumah sudah saya bikin  aplikasi dan di daftarkan ke pondok yang terdekat biaya dan kepengurusan gratis sampai ke masa waktu ujian sekolah,” ujarnya. .

Baca juga: Proyek di Sumenep, Diduga Salah Sasaran, CV. Jatim Wangi Diminta Bertanggungjawab

Anak yang mau direkrut itu nantinya sekolah tetap di rumah masing-masing dan praktek di lapangan lebih diutamakan turun langsung ke kebun atau sawah untuk menanam bibit lewat guru pembimbingnya. “Jadi untuk siswa-siswinya diajak kerja langsung bukan hanya duduk dibangku sekolah tapi lebih banyak praktek di lapangan,” pungkasnya. Ar

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru