SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebanyak 76 perawat di Ponorogo terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, diantaranya 74 sehat tanpa gejala. Satu orang gejala ringan dan ada satu perawat meninggal.
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Ponorogo Edi Kusnanto mengatakan para perawat yang terkonfirmasi tersebut bertugas memberikan pelayanan kesehatan baik di rumah sakit maupun di Puskesmas.
Baca juga: Menariknya Destinasi Wisata Mloko Sewu, Suguhkan Hamparan Perbukitan Hijau yang Eksotis
"Selalu kontak dengan penderita. Meskipun sudah memakai APD mungkin imun ya karena terlalu capek," jelas Edi, Rabu (17/3/2021).
Untuk jam kerja, lanjut Edi, selama pandemi sebenarnya sudah terbagi dalam tiga shift. Tetapi ketika terjadi insiden seperti kematian, harus siap bekerja 24 jam.
Edi kembali menjelaskan bahwa sebanyak 1.700 orang sudah mendapatkan vaksinasi. Kecuali perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19 harus menunggu 3 bulan.
Baca juga: Masuk Zona Rawan, PVMBG Tetapkan 60 Persen Bencana di Ponorogo Didominasi Longsor
"Yang perawat sudah bekerja dan terdaftar di PPNI dipastikan sudah divaksin dua kali dosis," tandas Edi.
Edi pun menambahkan untuk para perawat mendapat jaminan dari pemerintah. Untuk yang meninggal dunia mendapatkan santunan. Sedangkan saat sakit, perawatan gratis serta mendapatkan obat paket dari wilayah puskesmas masing-masing. Untuk tunjangan juga ada berdasarkan hitungan tersendiri.
Baca juga: Kado Hakordia, Kejari Ponorogo Garap 4 Kasus Korupsi
"Harapannya mudah-mudahan perawat sebagai garda terdepan pelayan kesehatan khususnya dimasa pandemi ini kita tetap menjaga prokotol kesehatan, imun dijaga, gizi. Terus istirahatnya, stres juga. Insentif terus ada untuk menambah kesejahteraan dari anggota," pungkas Edi. Dsy8
Editor : Redaksi