SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Belum lama ini ada isu terkait rencana Menteri BUMN, Erick Tohir yang akan menggabungkan (merger) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menjadi satu perusahaan.
Baca juga: Klenteng Hong Tiek Hian, Mulai Ramai Pengunjung Mohon Keberuntungan
Seperti yang diketahui, perusahan plat merah ini terbagi menjadi 4 regional. Mulai dari Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III hingga Pelindo IV.
Menurut salah satu petinggi BUMN rencana merger tersebut dilakukan karena keempat perusahaan tersebut melakukan bisnis dalam bidang yang sama. Sehingga rencana merger keempat Pelindo ini dinilai sangat masuk akal.
Ditambah lagi, bila keempat Pelindo tersebut bergabung, valuasi ekonomi diperkirakan akan mencapai ratusan triliun.
"Perubahan ini secara hukum ditargetkan selesai pada kuartal III 2021 dengan valuasi hampir Rp 120 triliun," kata salah satu Petinggi BUMN, Senin (22/03/2021) kemarin.
Rencana merger tersebut nantinya tidak ada lagi Pelindo I hingga Pelindo IV. Bos BMUN rencanya akan melebur keempat Pelindo ini menjadi satu perusahaan bernama PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Soal mekanismenya diperkirakan akan membentuk subholding-subholding seperti di Pertamina. Nantinya subholding ini yang kemungkinan IPO atau melantai di bursa saham.
Sementara itu VP Corporate Communications Pelindo III R. Suryo Khasabu saat dikonfirmasi membenarkan akan merger tersebut namun tak ingin berkomentar lebih jauh.
"Kalau itu akan ada juru bicara sendiri yang akan menjawab soal itu. Jadi kami belum bisa bicara," kata Suryo Khasabu melalui saluran telepon, Selasa (23/03/2021).
Meski begitu, Mantan Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartino melalui chanel YouTube Kementerian BUMN sempat mengungkapkan terkait rancangan merger keempat Pelindo ini.
Dari kajian Kementerian BUMN kata Arif, opsi merger menjadi solusi agar tidak ada lagi entitas bisnis dari keempat Pelindo. Musababnya, sekitar 80 persen pengguna atau customer dari keempat Pelindo sejinis
"Setelah itu akan dibentuk klaster servis pelabuhan. Nanti peti kemas akan dikontrol jadi satu se-Indonesia. Non peti kemas juga. Artinya resources dari masing-masing lebih mudah," kata Arif dalam YouTube Kementrian BUMN yang diupload pada Januari 2021 lalu.
Masih dari YouTube Kementrian BUMN, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga pada 27 Februari lalu sempat menyebutkan rencana merger tersebut.
Ide merger tersebut sebetulnya berasal dari keinginan Presiden Joko Widodo dalam memperkuat perekonomian dalam bidang maritim.
"Jadi keinginan kita Pak Jokowi, tol laut itu akan semakin cepat terlaksana. Ketika ide besar membangun sebuah kekuatan, menyatukan Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV dalam sebuah perusahaan di merger," kata Arya
Lebih lanjut Arya menegaskan, dengan adanya merger keempat Pelindo tersebut diharapkan mampu meningkatkan keefektifan dan efisien layanan dalam bidang pelabuhan.
"Merger PT Pelindo dipercaya dan diharapkan akan membantu logistik nasional menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien," pungkasnya. Sem
Editor : Redaksi