Pemkot Malang Salurkan BPNTD ke Ribuan Warga Lewat Akun Eletronik

surabayapagi.com
Wali Kota Malang, Sutiaji saat menyalurkan bantuan pangan non tunai daerah. SP/ Humas Pemkot Malang

SURABAYAPAGI.com, Malang - Pemerintah Kota Malang menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD) kepada 7.226 warga miskin atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Malang dalam bentuk uang elektronik sebesar Rp 125.000. Di Kota Malang sudah berdiri sebanyak 53 E-Warung yang tersebar di seluruh kelurahan.

Program penyaluran BPNTD dilaunching di kantor Kecamatan Kedungkandang. Karena wilayah tersebut merupakan salah satu kantong kemiskinan di Kota Malang.

Baca juga: Dipicu Harga Cabai Rawit Anjlok, Kota Malang Alami Deflasi 1,10 Persen per Januari 2026

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan setiap penerima bantuan memegang kartu yang sudah diberi kode batang atau barcode, berbeda dengan tahun lalu yang belum ada kodenya. Fungsinya, memudahkan petugas mendata siapa yang sudah dan belum mencairkan bantuan.

“Ada inovasi digital, ini jadi salah satu pembeda dengan tahun lalu. Selain itu nominalnya juga lebih besar sekarang,” kata Sutiaji di Malang, Rabu (24/3/2021).

Pemberian BPNTD pada tahun ini 2021 ini naik 12 persen dibanding tahun lalu yang hanya sebesar Rp 110 ribu setiap bulannya. Kenaikan itu mempertimbangkan laju inflasi yang juga selalu meningkat setiap tahunnya.

“Kenaikan besaran bantuan itu diharapkan dapat digunakan memenuhi kebutuhan nutrisi,” ujar Sutiaji, Wali Kota Malang.

Baca juga: Momen Prabowo dan AHY Satu Mobil di SMA Taruna Nusantara Malang

Selain itu, menurut Kepala Dinas Sosial Kota Malang, Penny Indriani, mengatakan bantuan hanya bisa dibelanjakan di E-Warung agar pengelolanya turut menerima pendapatan tambahan. Itu sesuai instruksi Kementerian Sosial.

“E-Warung itu kan juga binaan kami, jadi agar tetap mendapat manfaat,” tutur Penny.

Pada tahun lalu, skema penyaluran bantuan berupa pemberian voucher yang dapat ditukar ke warung-warung yang sudah ditunjuk lalu warga mendapat beras 20 kilogram. Dengan skema terbaru ini, penyaluran bantuan jauh lebih mudah.

Baca juga: Tingkat Hunian Hotel di Kota Malang Diprediksi Tembus 80 Persen di Momen Nataru

“Kalau yang sekarang ini selain ada inovasi digital, juga tak perlu lagi pengadaan beras sendiri,” kata Penny. Dsy12

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru