SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Membangunkan warga saat sahur umumnya menggunakan kentongan, namun beberapa remaja di Tulungagung menggunakan sound system untuk membangunkan warga sahur. Dinilai meresahkan masyarakat dengan suaranya yang terlalu keras, polisi mengamankan tiga kelompok ronda sahur yang menggunakan sound system, Minggu (18/4).
Baca juga: Dongkrak Pertumbuhan UMKM, Diskopindag Lumajang Gelar Bazar Murah Ramadhan Kareem
“Mereka bawa mobil pikap atau gerobak, kemudian angkut sound system dengan suara keras keliling dari desa ke desa,” papar Kapolsek Rejotangan AKP Hery Poerwanto, Minggu (18/4).
“Ini perintah dari Kapolres, kami menjalankan saja. Karena selama ini banyak aduan soal penggunaan sound ukuran raksasa yang sangat mengganggu,” sambung Hery.
Meski banyak aduan karena keberadaannya meresahkan, polisi hanya mendata dan minta mereka membuat surat pernyataan.
Jika perbuatan yang sama diulangi, maka pelakunya ada diproses secara hukum.
“Kami data dan kami beri pemahaman, setelah itu mereka membuat surat pernyataan. Sekarang sudah dipulangkan semua,” pungkas Hery.
Penggunaan perangkat pengeras suara ukuran besar ini awalnya bertujuan membangunkan orang agar sahur.
Baca juga: Bulan Ramadhan 2026 Jadi Berkah Cuan Pengusaha Kue Kering di Kota Malang
Namun keberadaan mereka banyak dikeluhkan, karena mereka sudah keliling saat waktu baru saja lepas tengah malam.
Akibatnya warga yang terbangun merasa terganggu istirahatnya, karena waktu sahur masih lama.
Apalagi yang diputar adalah musik koplo, bukan lagu rohani.
Baca juga: Berkah Ramadhan Menuju Lebaran, Tukang Servis Bedug Masjid Ponorogo Banjir Orderan
Kuatnya bass dari perangkat pengeras suara ini membuat kaca-kaca bergetar.
Editor : Moch Ilham