SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Angka pertumbuhan penyalahgunaan barang terlarang seperti Narkotika nampaknya tak mengalami penurunan. Dari data yang diinput, di Indonesia jumlah pelaporan kasus narkotika mencapai 14.010 laporan.
Baca juga: Dongkrak Pertumbuhan UMKM, Diskopindag Lumajang Gelar Bazar Murah Ramadhan Kareem
Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan bagi generasi muda di Indonesia, khususnya di Surabaya.
"Tiap tahun BNN punya program pencegahan, program rehabilitasi, asesmen terpadu, konseling hasil rawat jalan dan inap, pemberantasan lidik dan sidik. Untuk menekan angka penyalahgunaan Narkotika di Surabaya," kata Kepala BNNK Surabaya, AKBP Kartono.
Dalam hal ini BNNK Surabaya juga sudah turun ke masyarakat bersama relawan. Dengan salah satu program Kelurahan Bersih Narkoba dengan tujuan meminimalisir penyalahgunaan Narkotika di Kota Surabaya.
Baca juga: Bulan Ramadhan 2026 Jadi Berkah Cuan Pengusaha Kue Kering di Kota Malang
"Selama Ramadan ini kita ada program Kelurahan Bersih Narkoba, karena kita rasa anak-anak itu riskan akan Narkoba. Mulai betah dengan warkop dan akhirnya coba-coba," paparnya.
Ketergantungan terhadap narkoba baik secara fisik dan psikis apabila berlangsung lama akan menimbulkan keadaan kecanduan yang sangat besar.
Maka penyalahgunaan narkoba menimbulkan dampak negatif yang berbahaya dan luas akibatnya. fm
Baca juga: Berkah Ramadhan Menuju Lebaran, Tukang Servis Bedug Masjid Ponorogo Banjir Orderan
Editor : Moch Ilham