SURABAYAPAGI.com, Jakarta – munculnya spekulasi bank sentral Amerika Serikat The Fed akan mengetatkan kebijakan moneternya membuat nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Senin (3/5/2021) melemah. Nilai tukar rupiah melemah 0,12 persen berada di posisi Rp14.460 per dolar AS.
Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan pasar keuangan dibayangi oleh kekhawatiran lonjakan kasus covid-19 di dunia yang bisa menghambat pemulihan ekonomi. Sementara di sisi lain, pemulihan ekonomi yang mulai nampak di sebagian negara di dunia, termasuk Indonesia, masih memberikan optimisme ke pelaku pasar.
Baca juga: Rupiah Terjun ke Level Rp18 Ribu, Pedagang di Pasar Surabaya Ngeluh Merugi
"Kekhawatiran ini bisa menahan penguatan rupiah di akhir pekan lalu dan bisa menekan rupiah hari ini. Ini bisa menahan pelemahan hari ini. Rupiah berpotensi bergerak melemah ke kisaran Rp14.500 per dolar AS, dengan potensi support di level Rp14.420 per dolar AS" ucapnya melalui pesan tertulis, Senin (3/5/2021).
Kuatnya fundamental perekonomian Indonesia turut menjadi penopang bagi pergerakan IHSG. Sehingga peluang kenaikan jangka pendek IHSG masih terbuka.
Saat ini mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,10 persen, dolar Singapura melemah 0,03 persen, dolar Taiwan melemah 0,18 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,45 persen.
Baca juga: Pernyataan Prabowo yang 'Nyeleneh' Turut Perdalam Pelemahan Rupiah
Selanjutnya, rupee India melemah 0,05 persen, yuan China melemah 0,04 persen, ringgit Malaysia melemah 0,35 persen, dan bath Thailand terpantau melemah 0,09 persen. Hanya peso Filipina yang masih menguat 0,02 persen.
Sementara itu, mata uang di negara maju juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia melemah 0,09 persen dan franc Swiss melemah 0,02 persen. Sedangkan dolar Kanada masih menguat 0,06 persen. Dsy18
Baca juga: Bercanda saat Dolar Melambung
Editor : Redaksi