SURABAYAPAGI,Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ikut bangga dan bersyukur usai hafidz atau penghafal Qur'an asal Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto bernama Rahmat Alfian Hidayat lolos seleksi menjadi Imam Masjid Besar di Uni Emirat Arab (UEA).
"Turut senang bersyukur sekaligus bangga, Rahmat Alfian Hidayat hafidz asal Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto ini lolos seleksi menjadi Imam Masjid Besar di Uni Emirat Arab (UEA)," tulis Khofifah di akun Instagram miliknya. Selasa (4/5/2021).
Baca juga: Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal
Khofifah berharap sosok Alfian dapat secara proaktif mengkampanyekan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin dengan menyebarkan dakwah, literasi, narasi, dan perbuatan yang sejuk, harmonis, damai, toleran dan penuh kasih sayang.
Tidak ketinggalan, Khofifah berharap Alfian bisa kerasan di negeri orang dan dapat menjalankan tugas dengan baik di UEA.
Baca juga: Khofifah Ajak Warga Ramaikan Jalan Sehat 1448 H, Perkuat Ukhuwah dan Budaya Hidup Sehat
"Buat Alfian, selamat dan sukses. Semoga betah disana dan bisa menjalankan tugas dengan baik serta mengharumkan nama hafidz-hafidzah asal Indonesia. Aamiin," tambah Khofifah.
Seperti diketahui, hafidz asal Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto Rahmat Alfian Hidayat lolos seleksi menjadi Imam Masjid Besar di Uni Emirat Arab (UEA).
Baca juga: Hadiri Expo Konstruksi 2026, Khofifah Dorong Sinergi Percepat Pembangunan Infrastruktur Jatim
Alfian merupakan 1 dari 27 hafidz asal Indonesia yang dipilih menjadi imam masjid di negara kaya minyak tersebut. Penghafal Al Qur’an jebolan Ma’had Umar Bin Khattab Surabaya dan Pondok Pesantren Ibnu Ali Sidoarjo ini rencananya akan berangkat ke UEA Juni 2021 mendatang.
"InsyaAllah Pemprov Jatim akan turut serta memfasilitasi keberangkatannya. Saya titip, sampaikan kepada masyarakat disana bahwa rakyat Indonesia meski berbeda suku, agama, ras, dan budaya namun dapat hidup berdampingan dengan damai," ujarnya. By
Editor : Mariana Setiawati