SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Perhubungan memperkuat koordinasi untuk mempercepat pembangunan sektor transportasi di wilayah tersebut.
Sejumlah proyek strategis menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dengan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/7/2026).
Pertemuan ini turut melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelindo. Sinergi lintas sektor ini diarahkan untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan transportasi di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menyebut koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus dilakukan secara berkala mengingat banyaknya agenda strategis yang membutuhkan dukungan bersama.
“Banyak hal strategis yang kami bahas bersama. Pertemuan ini sangat produktif untuk menyelaraskan langkah percepatan pembangunan transportasi di Jawa Timur,” ujarnya.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah kepadatan arus penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah tengah menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang guna mengurai kemacetan, terutama saat periode mudik dan libur panjang.
Menurutnya, optimalisasi distribusi kendaraan dan peningkatan kapasitas layanan penyeberangan menjadi langkah utama yang akan dilakukan.
Sejumlah alternatif skema telah disiapkan dan saat ini dalam tahap pembahasan.
“Kami menyiapkan beberapa opsi untuk mengurai kepadatan di Ketapang, termasuk pengaturan arus dan peningkatan kapasitas layanan. Targetnya persoalan ini bisa tertangani secara bertahap,” kata Dudy.
Upaya tersebut juga dibarengi dengan percepatan pembangunan dan optimalisasi fasilitas dermaga, baik dermaga utama maupun dermaga ponton, agar mampu melayani kapal berkapasitas besar.
Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan peran Pelabuhan Jangkar di Situbondo dan Pelabuhan Tanjung Wangi di Banyuwangi sebagai jalur alternatif guna mengurangi beban di lintasan utama Ketapang-Gilimanuk.
Saat ini, layanan penyeberangan di Tanjung Wangi telah dioperasikan oleh empat kapal dan direncanakan terus ditingkatkan, khususnya menjelang periode Natal dan Tahun Baru.
Di sisi lain, Pelabuhan Celukan Bawang di Bali Utara juga disiapkan sebagai opsi tambahan untuk mendukung distribusi arus kendaraan menuju Pulau Bali.
“Kami berharap langkah-langkah ini dapat mengurangi kepadatan di titik-titik krusial, baik saat musim mudik maupun libur panjang lainnya,” jelasnya.
Tak hanya sektor penyeberangan, pengembangan transportasi darat juga menjadi perhatian. Proyek jaringan kereta Surabaya-Sidoarjo terus berproses dengan dimulainya tahapan penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat rampung pada 2029.
Keberadaan jalur kereta ini diharapkan mampu meningkatkan layanan transportasi massal di kawasan Surabaya dan sekitarnya, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Sementara itu, di sektor penerbangan, pemerintah membuka peluang revitalisasi Bandara Juanda agar dapat melayani pesawat berbadan lebar untuk penerbangan langsung ke Jeddah dan Madinah.
Langkah ini diharapkan mempermudah akses jamaah umrah dan haji asal Jawa Timur tanpa perlu transit.
Selain Juanda, optimalisasi Bandara Dhoho di Kediri juga mulai dijajaki. Pemerintah bahkan telah melakukan komunikasi awal dengan otoritas Arab Saudi terkait peluang pembukaan rute penerbangan langsung dari Jawa Timur.
“Kami berharap seluruh penguatan infrastruktur ini dapat meningkatkan konektivitas sekaligus memberikan layanan transportasi yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat,” ujar Dudy.
Pemerintah menargetkan peningkatan layanan penyeberangan dapat mulai diuji coba sebelum periode Natal dan Tahun Baru, sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2027.
Editor : Redaksi