SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Larangan untuk melakukan mudik lebaran yang dikeluarkan Pemerintah, mendapat respon beragam dari kalangan masyarakat Kota Surabaya.
Baca juga: Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan
Salah satunya ialah warga Kampung Tangguh Rungkut Mapan Barat (RMB), Surabaya. Warga merespon larangan mudik dengan menciptakan suasana lebaran layaknya kampung halaman.
Wahyu P Kuswanda mantan Ketua RW RMB menjelaskan "seusai larangan untuk mudik yang akan berakhir pada Selasa 18/5, sepertinya warga akan mengatur waktu untuk melakukan mudik dan bertemu sanak saudara masing-masing," ujarnya.
Wahyu menjelaskan bahwa alasan warganya yang tidak mudik karena sosialisasi aturan pemerintah tersebut dilakukan secara masif kepada warga.
"Tidak hanya karena faktor penyebaran covid-19 yang membuat warga RMB memilih untuk tidak mudik lebaran di tahun ini," ujarnya.
Baca juga: Warga Lidah Wetan Surabaya Terpaksa Mandi Pakai Air Galon Imbas PDAM Mampet Berhari-hari
Namun warga RMB melakukan persiapan untuk antisipasi bagi warganya yang nanti kembali ke kampung halaman setelah aturan larangan mudik bagi warganya telah usai.
Warga RMB yang telah melakukan perjalanan jauh diharuskan melengkapi dirinya dengan hasil rapid antigen.
"Saya saja, seminggu 2 kali tes antigen karena setiap minggu bolak-balik Surabaya-Jakarta," tambahnya.
Baca juga: Bos BPI Divonis 2 Bulan 10 Hari, Edward Raimond: Fair Trial Harus Dijaga sampai Tingkat Terakhir
Jadi dari hasil rapid antigen nanti diharapkan warga yang kembali dari perjalanan mudik dapat kembali berbaur dengan warga dengan aman.
"Meski belum ada omong-omongan terkait aturan bagi warga yang kembali setelah perjalanan mudik, kami tetap akan menerapkan prokes dengan ketat demi kenyamanan warga," tandasnya. By
Editor : Moch Ilham