SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Dalam sebulan terakhir, sebanyak 25 ekor hewan ternak milik warga mati beruntun. Kematian puluhan hewan ternak itu rata-rata didahului dengan sakit. Sedangkan yang mati secara mendadak relatif sedikit.
Baca juga: Rehabilitasi Jembatan Junjung Tulungagung Ditargetkan Rampung Desember 2026
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, terkait hal itu ia meminta warga agar tidak resan maupun berspekulasi sendiri.
“Kami sudah menempatkan mantri-mantri hewan atau penyuluh disini. Dari Bhabinkamtibmas ada, kemudian Babinsa juga ada. Kalau ada masalah segera dilapori,” kata Maryoto, Jum’at (21/5).
Menurutnya, kecepatan pelaporan dari masyarakat akan mempermudah tim Dinas Peternakan dalam menyelidiki penyebab kematian hewan ternak itu. Bupati mengakui kematian puluhan hewan ternak tersebut cukup berpengaruh terhadap masyarakat di Desa Sidomulyo. Sebab 90 persen warga menjadi peternak sapi maupun kambing.
"Kalau membuat warga khawatir tentu wajar, karena sebagian besar adalah peternak," imbuhnya.
Baca juga: Momentum Panen Raya: Penyaluran Banpang di Tulungagung Terkendala, Baru Capai 30 Persen
Namun pihaknya meyakinkan, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Dinas Peternakan masih terus menyelidiki penyebab kematian hewan ternak itu. Sehingga diharapkan kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kematian puluhan hewan ternak di Desa Sidomulyo sempat menimbulkan berbagai spekulasi. Bahkan ada warga yang curiga matinya ternak diakibatkan oleh ilmu hitam atau santet.
Kabar ini semakin santer lantaran saat dilakukan proses pembedahan pada perut kambing dan sapi yang mati, ditemukan benda asing berupa kain panjang, besi hingga batu.
Baca juga: Tulungagung Catat Tren Positif, Realisasi PAD Program Parkir Berlangganan Capai 21 Persen
Editor : Moch Ilham