SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Adanya pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) ternyata tidak hanya menjadi ruang rekreasi masyarakat, namun juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Salah satunya di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Trenggalek.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menyebut CFD tersebut dapat menjadi ruang aktivitas ekonomi yang mendongkrak omzet pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), bahkan pihaknya mencatat total omzet mencapai seratusan juta per sesi.
"Rata-rata omzet (total) CFD mencapai Rp130 juta hingga Rp150 juta per sesi," jelas Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek, Saniran, Senin (17/08/2026).
Menurut Saniran, omzet tertinggi tercatat ketika pelaksanaan CFD di kawasan Pasar Pon yang bersamaan dengan kegiatan Hari Koperasi. Total omzet UMKM saat itu mencapai Rp157 juta dalam satu sesi. Bahkan, salah satu pelaku UMKM mampu membukukan omzet sekitar Rp5,5 juta selama kegiatan yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Selanjutnya, pemerintah daerah melakukan penataan dan memindahkan pelaksanaan CFD ke Jalan Panglima Sudirman atau kawasan Pasar Pon. Terkait pengelolaan CFD saat ini juga diperkuat dengan menerapkan ketentuan bagi pedagang. Pedagang yang dua kali tidak berjualan tanpa izin saat pelaksanaan CFD, dapat digantikan oleh pelaku usaha lain yang masuk dalam daftar antrean.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga konsistensi kegiatan sekaligus memastikan ruang usaha yang tersedia dimanfaatkan secara optimal. Meski awalnya pengembangan CFD masih terdapat keraguan mengenai keberlanjutan kegiatan tersebut. Namun, hasil yang terlihat saat ini menunjukkan CFD dapat menjadi salah satu wadah penggerak ekonomi masyarakat, khususnya UMKM. tr-01/dsy
Editor : Redaksi