SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Vaksin Covid-19 terkadang memberikan efek bagi tubuh dari segi positif maupun negatif. Salah satunya, Melanie Subono yang ternyata tidak bisa menerima salah satu zat dalam vaksin Covid-19 pada suntikan pertama. Hal itu diungkapkan Melanie Subono di akun Instagram terverifikasi miliknya.
"Paru berbayang dan sel darah putih 4x lipet justru abis vaksin... Dada kayak dipukulin tiap malem ga bs napasJadi apapun itu zat nya justru berbalik nyerang badan. gue," paparnya.
Baca juga: Azizah Salsha Diduga Selingkuh, Pratama Arhan Justru Unggah Foto Ini di Medsosnya
Dirinya juga merasa sedih karena tidak bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 tahap kedua karena alergi tersebut.
“Cukup sedih ketemu teman-teman di Balai Kota pada datang buat vaksin kedua. Tapi gue datang buat ngelapor kalau gue enggak bisa ngelanjutin vaksin. Dan menyerahkan surat dan ditetapkan untuk masuk kelompok tidak bisa divaksin,” ujar Melanie, Minggu (23/5/2021).
"Bukan soal merek (vaksin)-nya, tapi satu zat dalam vaksin itu yang mungkin ada juga dalam vaksin lain," jelas melanie.
Baca juga: Teka-teki Asmara El Rumi dan Syifa Hadju, Keciduk Resmi Pacaran?
Saat ini Melanie Subono, tengah melakukan pengobatan untuk dirinya menggunakan tabung oksigen. Kondisi kesehatannya mulai membaik, setelah melakukan pengobatan.
"Semalam cuma satu kali kebangun karna gabs napas dan dada kayak diinjek se RT. Sebelum nya pasca Vaksin 1 bisa 8x semalam dengan 20an Puff bantuan napas " lanjutnya.
Melanie Subono tak menakuti orang-orang yang akan menjalani suntik vaksin. Ia malah meyakini bahwa orang yang memiliki comorbid apapun bisa dengan aman melakukan suntik vaksin.
Baca juga: Kimberly Ryder Gugat Cerai Sang Suami, Ramalan Hard Gumay Kembali Jadi Sorotan
"Gw ulang ya, orang asma dan comorbid apapun BOLEH vaksin selama terkontrol .. Nah ga cek dokter dl sblm vaksin dan memang aaat itu baik Ca, asma dll gw terkontrol," tambahnya.
Wanita yang pernah menikah dengan atlet Yudo ini menyarankan untuk konsultasi ke dokter demi kelancaran suntikan vaksin. Dsy18
Editor : Redaksi