Rekom DPRD Sidoarjo, PKL CFD Pedalindo Kembali ke Ponti atau Alun-Alun

author Handoko Koresponden Sidoarjo

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hearing DPRD Sidoarjo bersama PKL Pedalindo. SP/ HANDOKO
Hearing DPRD Sidoarjo bersama PKL Pedalindo. SP/ HANDOKO

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Bulan Ramadhan penuh berkah hampir dirasakan oleh semua orang, dimana pekerja formal akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR), sedang pekerja informal berharap ada kenaikan omset usaha mandiri sebagai ganti THR-nya.

Namun tidak demikian dengan para pekerja informal semacam Pedagang Kaki Lima (PKL), yang tergabung di Organisasi Perkumpulan Pedagang Jalan Indonesia. (Pedalindo) Sidoarjo, yang mengeluhkan nasibnya terpuruk, ketika Pemkab Sidoarjo tanpa kajian Fisibility Study mengalihkan kegiatan para PKL Pedalindo dari pusat keramaian Alun Alun Sidoarjo ke daerah pinggiran jalan lingkar timur tepatnya lapangan Mall Pelayanan Publik (MPP) yang keadaannya sangat sepi.

Lantas merasa nasibnya tidak diperhatikan dengan serius oleh Pemkab Sidoarjo, bahkan terkesan dibuang,  para pedagang PKL Pedalindo ini larioi mengadukan nasibnya ke pihak Eksekutif untuk dengar pendapat (Hearing) di gedung DPRD Sidoarjo sehingga ada kebijakan yang adil dari pemerintah terkait pelaku usaha ekonomi kerakyatan ini.

"Hari pertama saja jualan sangat sepi bahkan merugi, bagaimana kita mampu menjalani usaha selama Bulan Ramadhan di area sepi ini, Kami meminta Perhatian dan kepedulian yang serius dari bapak ibu wakil rakyat di DPRD  atas kelangsungan usaha ekonomi kerakyatan tingkat bawah ini." Keluh Junius Bram Ketua Umum Pedalindo saat menyampaikan penderitaannya di awal hearing di ruang rapat paripurna DPRD Sidoarjo, Kamis (26/2).

Selanjutnya Junius Bram,sang Ketua Pedalindo  ini menyampaikan dengan suara yang lebih lirih namun tegas. “Kami ini nggak kepingin neko-neko. Kami ingin agar perekonomian PKL binaan kami bisa berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.

Ia mengatakan PKL Pedalindo menerima opsi pengalihan Pedalindo di MPP asalkan pemerintah memberi kepastian ruang hidup usaha dengan menggelar acara pemicu keramaian masa seperti event event semacam festival atau cermonial dari pemerintah sebagai pendukung giat bazar UMKM Pedalindo. 

Bila pemerintah apatis hanya merelokasi pedagang PKL Pedalindo ke halaman MPP di kawasan Lingkar Timur, tanpa dibarengi euforia pendukung dari pemerintah, Bram tidak setuju ia mengusulkan opsi untuk kembali berjualan di kawasan CFD Alun Alun Sidoarjo atau kawasan CFD Ponti yang sudah berjalan 11 tahun sebelumnya.

Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, yang memimpin rapat hearing tersebut mendengarkan semua keluhan para pelaku usaha kecil Pedalindo tersebut dengan seksama, lantas membagi bola pertanyaan dan pendapat ke beberapa OPD yang menaungi giat usaha para PKL ini.

Mengapa giat Car Free Day (CFD) di Ponti berikut para pedagang Pedalindo di Pindahkan  ke alun alun, Kepala Dinas Perhubungan/ Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ), Budi Basuki, mengingatkan aspek hukum. Ia merujuk Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) serta Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2012. Ia menegaskan penggunaan jalan di luar fungsi lalu lintas wajib berizin kepolisian. “Kalau dikembalikan ke Ponti, akan bertentangan dengan undang-undang,” katanya.

Budi, menyarankan penataan UMKM dilakukan dalam rangkaian CFD resmi yang telah mengantongi izin Polda Jawa Timur, terutama di Jalan Ahmad Yani dan sekitar Alun-Alun.

Namun cak Nasik merespons dengan pendekatan humanis. “Ngomong penegakan aturannya ya kudu ditegakno kabeh. Tapi musuh wong cilik ya kudu luwes juga,” ujarnya.

Ia mengingatkan 11 tahun aktivitas PKL Pedalindo di Ponti berjalan tanpa konflik hukum berarti. Selain itu, Ia meminta diskusi teknis digelar cepat di internal OPD terkait, agar Ramadan tidak berlalu dalam ketidakpastian.

Ruang sidang di Gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo yang semula  panas beradu argumen antara Legislator dan Eksekutif pelan pelab terasa adem, tatkala para wakil rakyat ini membela tuntutan perwakilan 10 orang pengurus dari Ratusan pedagang kaki lima (PKL) dari Pedalindo.

Di tengah perdebatan pasal dan perizinan, satu hal mengemuka. UMKM PKL CFD ini bukan menjadi angka statistik. Mereka wajah-wajah yang menggantungkan harapan pada tiga jam pagi setiap Minggu.

Jika negara atau Pemkab hadir dengan regulasi yang adil dan empati yang nyata, maka pasar rakyat bukan ancaman, melainkan denyut ekonomi yang menjaga Sidoarjo tetap hidup.

Di akhir hearing, DPRD Sidoarjo memutuskan dalam rekomendasinya meminta Pemkab menghentikan relokasi PKL Pedalindo (Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia) di lokasi halaman MPP (Mall Pelayanan Publik) Lingkar Timur, memilih opsi kembali ke CFD (Car Free Day) Alun-Alun atau Ponti, yang disampaikan melalui hearing terbuka ini.

“Rekomendasi DPRD dari hasil hearing ini kami meminta kepada Pemkab untuk menutup kegiatan PKL CFD di MPP selama Ramadan,” ujar Abdillah  Nasih Ketua DPRD.

Ia menilai keluhan sepi pembeli dan kerugian tidak boleh diabaikan. Cak Nasik, sapaan akrabnya, ketua dewan ini kembali menawarkan dua opsi konkret. “Hasil rekomendasi DPRD ada dua opsi bagi PKL Pedalindo untuk kembali berjualan, yaitu kembali ke Ponti atau ke CFD Alun-Alun,” katanya.

Ia menegaskan dan menekankan serius agar pemerintah wajib hadir melindungi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi penyangga ekonomi daerah. hdk

Tag :

Berita Terbaru

Tingkatkan Literasi Finansial Sejak Dini, KWEBS Berbagi Santunan di Tiga Panti Asuhan Surabaya

Tingkatkan Literasi Finansial Sejak Dini, KWEBS Berbagi Santunan di Tiga Panti Asuhan Surabaya

Sabtu, 14 Mar 2026 23:45 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 23:45 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya – Tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Indonesia masih perlu d…

Kunjungi KPK, Pemkab Mojokerto Matangkan Rencana Relokasi Pusat Pemerinahan ke Mojosari

Kunjungi KPK, Pemkab Mojokerto Matangkan Rencana Relokasi Pusat Pemerinahan ke Mojosari

Sabtu, 14 Mar 2026 23:42 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 23:42 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mematangkan rencana kesiapan pemindahan pusat pemerintahaanya ke wilayah Mojosari. Salah …

Golkar Gresik Optimistis Raih 9 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Golkar Gresik Optimistis Raih 9 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Sabtu, 14 Mar 2026 23:38 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 23:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Gresik menargetkan peningkatan perolehan kursi di DPRD pada Pemilu 2029. Partai b…

Patroli Dini Hari, Polisi Amankan 21 Pelajar Konvoi Sahur on the Road di Kebomas

Patroli Dini Hari, Polisi Amankan 21 Pelajar Konvoi Sahur on the Road di Kebomas

Sabtu, 14 Mar 2026 23:37 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 23:37 WIB

SURABAYAPAGI, Gresik – Aparat kepolisian dari Kepolisian Resor Gresik mengamankan puluhan pemuda yang melakukan konvoi Sahur on the Road (SOTR) di wilayah K…

Buka Puasa Bersama, Gerindra Surabaya Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kepentingan Rakyat

Buka Puasa Bersama, Gerindra Surabaya Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kepentingan Rakyat

Sabtu, 14 Mar 2026 23:36 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 23:36 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Surabaya menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama para pejuang politik Partai G…

Usung Konsep Historis, Kawasan Kuliner Bogowonto Bakal Ditata Ulang

Usung Konsep Historis, Kawasan Kuliner Bogowonto Bakal Ditata Ulang

Sabtu, 14 Mar 2026 23:36 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 23:36 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota Madiun mengkaji ulang penataan kawasan kuliner Bogowonto. Rencananya kawasan tersebut akan dikembangkan dengan kon…