SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para ahli dari Inggris mengklaim bahwa obat semprot Inhaler mampu mempercepat pemulihan pasien Covid-19 hingga tiga hari selain untuk penderita asma. Oleh karena itu, tokoh senior Covid Recovery Group yang juga anggota parlemen dari Partai Konservatif, Graham Brady pun menyerukan agar inhaler tersebut lebih banyak lagi diresepkan untuk pasien Covid-19.
"Kalau rata-rata lama pasien dirawat di rumah sakit adalah delapan hari, lalu Anda bisa menguranginya tiga hari lebih cepat dengan penggunaan inhaler, kenapa tidak dipakai lebih banyak lagi?" katanya.
Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus
Sebuah penelitian dari University of Oxford juga menemukan bahwa pasien yang diobati dengan inhaler budesonide pulih lebih cepat dan kecil kemungkinan untuk dirawat di rumah sakit. Penelitian dilakukan dengan mengamati 4.700 individu di Inggris.
Baca juga: Tekan Penyebaran Wabah DBD, Pemkab Bangkalan Gencar Berantas Sarang Nyamuk
"Departemen Kesehatan akan terus memantau hasil penggunaan inhaler budesonide pada pasien Covid-19 dan akan menyesuaikan panduan berbekal data detail dari analisis uji coba," tutur Churchill.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Wabah PMK, Pemkab Madiun Gercep Periksa Kesehatan Ternak
Studi University of Oxford menemukan bahwa inhaler budesonide bekerja untuk individu dari segala usia, baik yang memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya atau tidak. Profesor Perawatan Primer di Oxford, Chris Butler, mengatakan bahwa studi ini sangat menarik dan memberi harapan baru bagi pasien Covid-19 untuk sembuh lebih cepat.
"Obat yang tersedia secara luas di pasaran dengan harga terjangkau bisa membantu pemulihan lebih cepat. Praktisi medis di seluruh dunia yang merawat pasien Covid-19 mungkin bisa mempertimbangkan studi ini," kata Butler. Dsy7
Editor : Redaksi